Tangkapan Layar Dari WAG Dianggap Framing dan Blunder Politik

NUNUKAN, SWARAKALTARA.COM – Dua hari terakhir tangkapan layar perbincangan di WhatsApp group menjadi perbincangan di media daring.

Lontaran isu politik di tengah krisis bencana non alam Covid-19 yang dinilai menyerang sosok yang mengajukan diri sebagai bakal calon wakil kepala daerah dan bakal calon kepala daerah adalah framing politik.

“Padahal siapapun yang berniat baik membantu masyarakat, peduli dengan tenaga medis seharusnya mendapat apresiasi dan dukungan penuh pemerintah, bukan menjadikannya bahan guyonan karena masalah bencana tidak sebercanda itu,”ujar Balon Wagub Kaltara H.Irwan Sabri, Jumat (03/04/2020).

Irwan menyesalkan perbincangan yang beredar ditangkapan layar tersebut. Menurutnya seorang pengambil kebijakan justru mengkerdilkan upaya yang dilakukan anggota DPRD dalam usulan pergeseran dana reses untuk penanggulangan Covid -19.

Meski ini musim politik, seharusnya Bupati mengesampingkan aroma persaingan dan lebih mendukung segala upaya untuk memerangi Covid-19, bukan menyudutkan lawan politik dengan candaan yang sama sekali tak lucu apalagi di tengah terjadinya bencana.

“Kita seharusnya saling dukung, kita lihat kemanusiaan, kita tahu ini musim politik, tapi sebaiknya sebagai orang nomor satu di Nunukan bisa lebih bijak dalam berkomentar,”katanya.

Bakal Calon Bupati Nunukan H.Danni Iskandar juga cukup menyayangkan candaan Bupati yang tengah ramai dibahas masyarakat luas.

Di WhatsApp group SKD COVID-19 Nunukan, Bupati melemparkan statement yang dikatakannya sebagai hal yang tidak pantas, menjadikan bantuan dan usulan pergeseran dana reses untuk penanggulangan Covid-19, sebuah framing politik dalam mencari panggung.

“Bencana bukan ajang mencari panggung, kenapa tidak sama-sama bergerak mencari solusi mengatasi persoalan ini, di beberapa kota, Bupatinya turun langsung memimpin penyemprotan, Bupatinya yang sibuk memikirkan bagaimana kesiapan tenaga medis, bukan malah bermedsos ria menjelekkan sana sini,”katanya.

Isi chat Bupati di grup SKD COVID-19 Nunukan beredar luas di masyarakat, dalam percakapan di grup yang berisi lintas instansi tersebut, Bupati melontarkan ucapan “Tenang, setelah beredar informasi Pikada diundur..para calon pemimpin yang mendadak dermawan tenggelam seketika tanpa suara, Bupati juga menambahkan emoticon laughing with tear, dan ditanggapi emoji yang sama oleh 2 anggota grup.

Bupati kembali menambahkan komentar, dana reses yang katanya mau digeserpun mendadak tak ada kabar berita dan diberi imbuhan tagar kecewapenonton.

Tangkapan layar inipun tersebar luas, mendadak ramai dan memancing banyak komentar masyarakat juga anggota DPRD Nunukan.

Menjawab persoalan ini, Juru Bicara Pemkab Nunukan Hasan Basri Mursali mengatakan, pembicaraan tersebut merupakan pembicaraan internal untuk satgas Covid-19 dan tak seharusnya keluar menjadi konsumsi publik.

Bisa saja Bupati akan membawa penyebarnya ke ranah hukum namun Bupati memilih tak mempermasalahkan hal tersebut.

“Yang terpenting sekarang adalah fokus ke penanganan Covid-19, yang sudah tersebar biarlah, kita akan lebih fokus untuk atasi corona,”katanya.(KU).

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top