PMII Nunukan Survey Masyarakat Miskin Untuk Salurkan Bantuan Sembako

NUNUKAN, SWARAKALTARA.COM – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Nunukan Kalimantan Utara mengaku tak ingin hanya berdiam diri dalam menghadapi pandemi Covid-19. Sebagai kaum intelektual mereka merasa memiliki beban moral dan harus turun tangan membantu semampunya karena mahasiswa merupakan kaum pemikir yang dituntut bisa membawa perubahan dan menjadi pembaharu.

Ini dikatakan ketua PMII Nunukan Ahmad Abdurrohman, ia menegaskan bahwa sebagai generasi muda butuh kemauan dan upaya dalam membaktikan diri di tengah masyarakat apalagi saat ini wabah corona meruntuhkan sendi kehidupan masyarakat khususnya ekonomi bawah, mereka semakin termarginalkan, dan butuh uluran tangan untuk bisa survive.

‘’Kami survey, kami kerahkan teman-teman memastikan penerima bantuan adalah memang warga ekonomi susah, kita kumpulkan donasi semampunya dan seadanya, kita belikan sembako untuk mereka, yang penting kita harus berbuat,’’ujarnya, Senin (11/05/2020).

Masih banyak keluhan masyarakat yang begitu ingin mendapat bantuan karena putusnya pekerjaan mereka, corona dan kebijakan pemerintah yang mengharuskan physical atau social distance mematikan usaha mereka, mereka tak lagi bisa menarik angkot, atau ngojek, tidak bisa menjajakan minuman mineral di kapal laut yang berlabuh atau mereka yang menghidupi banyak anak tak mampu lagi mengais risky karena virus ini memaksa mereka tetap diam di rumah.

PMII sebagai organisasi besar tentu tak boleh hanya melihat fenomena ini, mereka menimba ilmu untuk memikirkan solusi bukan justru berkubang dalam masalah dan ikut arus, selama masih ada dua tangan dan dua kaki, mereka yakin bisa menghasilkan uang untuk kemudian disumbangkan kepada mereka yang terdampak covid-19.

‘’Kita berhasil mengumpulkan 50 paket sembako dari urunan sedikit demi sedikit, kita juga bagikan 500 masker ke masyarakat pengguna jalan sebagai kepedulian kita terhadap kesehatan masyarakat,’’ imbuhnya.

Selain kepada masyarakat terdampak, PMII Nunukan juga memberikan bantuan kepada pondok pesantren Hidayatullah, ini mengukuhkan PMII sebagai mahasiswa Islam yang peduli dengan pendidikan agama dimana sendi kehidupan seharuskan berlandaskan Islam yang merupakan rahmatan lil alamin.

Ada sekitar 200 lebih anggota PMII Nunukan, mereka berharap ada andil dari para milenial lain yang menunjukkan rasa peduli kemanusiaan, PMII juga mengajak mahasiswa lain di luar PMII untuk sama-sama bergerak dan merapatkan barisan agar kondisi masyarakat bisa terbantu dan merasa diperhatikan.

‘’Untuk yang mau berdonasi silahkan salurkan ke sekret PMII Nunukan, di samping kantor TVRI, kami akan pastikan amanah anda sampai ke tangan yang berhak, dan semoga berkah.’’katanya.(KU).

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top