Puluhan Masyarakat Demo Menolak Penempatan Pasien Covid-19 di Puskesmas Binusan

NUNUKAN, SWARAKALTARA.COM – Pemindahan pasien Covid-19 Nunukan Kalimantan Utara ke Puskesmas Binusan menuai penolakan warga setempat, puluhan orang meminta Puskesmas tidak digunakan sebagai tempat karantina khusus dan meminta Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (TGC) memilih gedung lain di luar kawasan mereka.

Terlihat puluhan orang membawa balok kayu meneriakkan protes, mereka khawatir desa mereka yang sampai saat ini sama sekali tak terdengar ada warga yang terpapar wabah corona akan mendapat imbas dari penempatan dimaksud.

Kepala Desa Binusan Rudi Hartono mengatakan, protes warga RT 01 dan RT 02  desa Binusan dipicu ketakutan masyarakat yang masih berpendapat kalau penularan virus corona bisa melalui udara.

‘’Mereka mengira bisa menyebar lewat udara, jadi mereka menolak adanya penempatan pasien disitu’’ ujarnya, Sabtu, (09/05/2020).

Protes tersebut lalu mendapat respon tim gugus tugas dan aparat keamanan, mereka mencoba menetralisir keadaan sembari memberikan edukasi terkait pola penularan wabah yang akhirnya bisa membuat demo terhenti sementara.

Aparat desa dan tim lalu membuat kesepakatan untuk agenda sosialisasi menyeluruh bagi warga khususnya desa Binusan, agar menepis semua anggapan tidak benar, bahwa corona bisa menjalar lewat udara.

‘’Senin besok akan ada sosialisasi sekaligus mediasi Pemerintah dengan warga, sementara ini keadaan kondusif,’’ kata Rudi.

Sebelum aksi penolakan ini, wacana puskesmas Binusan sebagai gedung isolasi pasien Covid-19 juga ditolak masyarakat, ada 15 RT di desa Binusan sepakat melakukan penolakan, setelah pemerintah turun lapangan dan memberikan pemahaman terkait virus ini mayoritas masyarakat bisa maklum, namun entah mengapa saat pasien telah dipindahkan ke gedung Puskesmas, warga kembali melakukan protes.

Sebagaimana dijelaskan juru bicara gugus tugas Nunukan Aris Suyono, Pemkab Nunukan menyediakan 3 gedung sebagai bangsal isolasi pasien konfirmasi positif covid-19, 2 gedung di RSUD dengan kapasitas 43 bed termasuk tiga bed untuk pasien yang terkomplikasi. Adapun tenaga medis yang disiapkan ada delapan orang dokter spesialis, tujuh orang dokter umum, perawat dan bidan sebanyak dua puluh delapan orang, dan cleaning service sebanyak empat orang. Sementara Puskesmas Binusan dikatakan telah siap dengan kapasitas sekitar 20 bed.(KU).

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top