Satgas Pamtas RI – Malaysia Yonif 623/BWU Dibekali Tenaga Medis Mumpuni Untuk Penanggulangan Covid

NUNUKAN, SWARAKALTARA.COM – Satuan Tugas Pengaman Perbatasan RI – Malaysia Batalyon Infanteri 623/Bhakti Wira Utama (BWU) menjalani persiapan penugasan selama 6 bulan sebelum bertugas di Nunukan menggantikan Batalyon Infanteri 600/Modang yang menyelesaikan misi selama kurang lebih 9 bulan.

Rentang waktu yang cukup lama tersebut membuat Batalyon yang bermarkas di Sungai Ulin Kota Banjar Baru Kalimantan Selatan ini lebih matang dan siap terjun ke medan penugasan di tengah pandemi Covid-19 yang masih mewabah.

Komandan Batalyon Infanteri 623/BWU Letnan Kolonel Infanteri Yordania mengatakan, Makodam memberikan perbekalan berupa obat-obatan, APD dan kelengkapan lain dengan harapan Batalyon ini bisa membantu penanganan Covid-19 di medan penugasan baru.

‘’Bahkan kita punya satu dokter, satu komadan pleton kesehatan, Bintara kesehatan qualified, dan anggota tamtama lulusan penataran kesehatan, kita siap bertugas dan membantu masyarakat di saat pandemi ini,’’ujarnya, Minggu (10/05/2020).

Tenaga kesehatan yang dimiliki Satgas 623/BWU dikatakan sudah terlibat dalam penanganan kesehatan masyarakat di Kalimantan Selatan sebulan terakhir, mereka berpengalaman dan bersertifikasi sehingga bisa diandalkan dalam mengatasi wabah corona di perbatasan RI – Malaysia ini.

Terkait kesehatan 450 prajurit yang dipimpinnya, Yordania memastikan kondisi mereka telah menjalani 2 kali rapid test dan hasilnya semua sehat dan siap menjalankan tugas, Yordania kembali menegaskan bahwa mereka membekali diri dengan rapid test dalam jumlah besar, memiliki APD coverall, dan kelengkapan standar lain.

Dalam mengemban misi tugas keamanan territorial, selain memastikan keamanan sekitar 4.038 patok perbatasan Negara, Satgas Pamtas 623/BWU akan melakukan koordinasi dengan semua institusi keamanan di Nunukan dalam menyelesaikan masalah di perbatasan, baik masalah illegal logging, illegal meaning atau illegal trafficking, agar semua terarah dan sinergitas di perbatasan terus terjaga.

‘’Kami berharap corona cepat selesai supaya interaksi dalam tugas teritorial tidak terkungkung, kita bisa berbuat apa yang masyarakat inginkan dan tidak terbatasi oleh physical distance,’’katanya.(KU).

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top