Video Permintaan Terima Kasih Untuk Mahasiswa Nunukan Penerima Bantuan Adalah Hoaks

NUNUKAN, SWARAKALTARA.COM – Juru Bicara Pemkab Nunukan Kalimantan Utara Hasan Basri Mursali menyayangkan adanya pernyataan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gat Khaleb yang mempertanyakan adanya video ucapan terima kasih bagi para mahasiswa penerima bantuan sosial di tengah pandemi Covid-19.

Gat dalam statemennya mempertanyakan maksud Dinas Sosial membuat visual permintaan terima kasih yang dikatakannya ‘’memaksa’’, padahal kata Hasan, video tersebut sama sekali tidak benar atau hoaks bahkan tidak ada video yang dimaksud.

‘’Tidak ada video seperti itu, saya sudah cek, saya tanyakan juga ke Dinas Sosial, saya juga cek ke adik-adik mahasiswa, tidak ada begitu, lagian Dinas Sosial tidak mengurusi bantuan untuk mahasiswa,’’ ujarnya, Kamis (07/05/2020).

Hasan mengakui jika Pemkab Nunukan meminta foto sebagai bukti dokumentasi penyaluran bantuan dimaksud, namun itu sekedar formalitas dan tidak ada paksaan, foto digunakan sebagai bukti bahwa bantuan telah sampai ke sasaran tak lebih dari itu.

Bantuan untuk mahasiswa, kata Hasan, dikirim langsung ke rekening penanggung jawab mahasiwa per wilayah, penanggung jawab inilah nanti yang akan membagikan ke teman-temannya karena mereka paling tahu kondisi disana, diharapkan bantuan dalam bentuk sembako karena point utama dari bantuan dimaksud agar mahasiwa di tanah rantau tidak kekurangan makanan selama orang tua mereka tak bisa mengirimkan uang akibat pandemi corona.

Bantuan dimaksud juga langsung diurus oleh Keuangan Pemkab Nunukan bersumber dari donasi yang masuk ke rekening Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (TGC) Nunukan, bukan diurus oleh Dinas Sosial sebagaimana protes yang dilayangkan Gat Khaleb selaku juru bicara fraksi Demokrat.

‘’Jadi Dinas Sosial tidak bersentuhan dengan bantuan itu, mohon ini jadi perhatian agar tidak menimbulkan opini berbeda yang diterima masyarakat,’’ jelas Hasan.

Sejauh ini, ada 7 kota yang telah melaporkan kuota mahasiswanya, masing-masing, Palu 40 orang, Makassar 107 orang, Sumbawa 40 orang, Malang 58 orang, Yogyakarta dengan estimasi 100 sampai 200 orang, Samarinda estimasi 100 sampai 200 orang, Tarakan 270 orang. Beberapa kota menjadi kendala penyaluran bantuan karena belum ada koordinator kemahasiswaan seperti Jawa Barat yang dilaporkan ada 5 orang juga Jakarta serta Palembang.

‘’Yang tidak ada koordinator wilayah akan kita fikirkan, bisa nanti melaporkan dan kita transfer ke rekening atau cara lain’’ katanya.

Menyoal sorotan fraksi Demokrat akan adanya 33 lelang proyek fisik yang telah selesai dilakukan dengan rincian proyek bersumber dari APBD  25 paket, DAK reguler 4 paket, DAK afirmasi 3 paket, DAK penugasan 1 paket dengan total anggaran Rp,64,9 miliar, Hasan memilih tak mau menjawab.

‘’Kalau masalah itu (lelang proyek) saya no komen,’’ jawabnya.(KU).

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top