10 Pasien OTG Negatif Swab di Bandiklat Dipulangkan, Selamet Bacakan Puisi

MALINAU, SWARAKALTARA.COM – 10 Pasien OTG Negatif Swab dipulangkan kerumah, setelah 50 hari dikarantina di Badan Diklat (Bandiklat), pemulangan digelar bertempat di halaman Bandiklat Kabupaten Malinau oleh Wakil Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Dr. Ernes Silvanus, S.Pi, MM, Senin (8/6/2020).

Wakil Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sekda Malinau yang juga Sekretaris Daerah Kabupaten Malinau Dr. Ernes Silvanus, S.Pi, MM mengatakan, sebaik-baik nya tempat karantina lebih baik di rumah sendiri sekalipun disini lengkap belum tentu membuat nyaman bagi kita.

“Kita bersyukur karena bisa memulangkan 10 orang hari ini di Badan Diklat, tidak ada hal yang tidak bisa kita lewati”.

Selain itu, salam sama keluarga, dan mudah-mudahan yang masih dikarantina bisa cepat kembali juga ke keluarga dirumah.

“Tetap semangat, tetap jaga kesehatan”, ujar Ernes.

SAMSUNG Galaxy A21s
BliBli.com : SAMSUNG Galaxy A21s

 

Salah satu pasien yang di pulangkan Pak Selamet pada kesempatannya bacakan puisi di hadapan Wakil Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Dr. Ernes Silvanus, S.Pi, MM. Hadir juga mendampingi Asisten Perekonomian dan pembangunan Ir. Kristian Muned, MT, Kepala Dinas Kesehatan dr. John Felix Rundupadang, M.P.H, Kasat Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Drs. Kamran, M.Si, Camat Malinau Kota Rolland Rudyanto, S.STP.

Karena kesenangannya terhadap puisi, Selamet bacakan puisi yang sudah disiapkannya selama dikarantina.

Terharu, Puisi yang dibacakan pak Selamet berisikan ucapan terimakasih kepada Bupati atas kebijaksanaan dan penuh kasih kepada pasien-pesien OTG maupun terkonfirmasi positif, dan juga kepada Sekda yang lapang dada selalu berani menyapa pasien-pasien di karantina.

Berikut kutipan Puisi Selamet,

Terimakasih kami, terpujilah Tuhan kami Yesus Kristus.

Kami boleh ada dikarantina ini, banyak perkara yang kini kami mengerti.

Terimakasih kami untuk Bapak Bupati yang bijaksana dan penuh kasih

Terimaksih kami kepada Bapak Sekda yang lapang dada dan selalu berani menyapa kami.

Terimakasih kami untuk Bapak Kadis Kesehatan yang disiplin penuh perhatian.

Terimakasih kami untuk sopir-sopir ambulans yang cekatan dan dapat diandalkan

Terimakasih kami untuk semua petugas di sini, yaa… yaa.. disini, yang dengan sukacita melaksanakan panggilan hati.

Maaf,.. maaf,.. maaf beribu-ribu maaf, banyak yang kurang berkenan kami lakukan disini.

Perkataan iya, perbuatan iya, sikap iya, pikiran iya, dan hati.

Waktu kami masuk disini, kami takut mati.

Kini kami keluar seperti burung rajawali yang ingin segerah terbang tinggi, yaa tinggi.. tinggi kelangit untuk isolasi mandiri empat belas hari lagi.

Lalu kami mau terbang kian kemari untuk menyampaikan pesan Sang Ilahi.

Doa kami semoga badai berlalu…

Berganti dengan pelangi dan mentari bercahaya lagi di bumi intimung yang kita cintai.

Mari terus kita lakukan tugas dengan penuh hati, Tuhan memberkati. (ezi).

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top