12 Kecamatan Sudah Dinyatakan Zona Hijau Ini Gambaran Perkembangan Kasus Corona di Nunukan

NUNUKAN, SWARAKALTARA.COM – Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nunukan Kalimantan Utara mengumumkan ada 12 kecamatan di perbatasan RI – Malaysia yang sudah masuk dalam wilayah minim resiko dalam sebarah wabah novel corona virus atau zona hijau.

Area tersebut perlahan sudah mulai memulihkan diri dan sudah terlihat aktifitas sebagaimana biasa kecuali mereka masih diharuskan mengikuti anjuran mematuhi protokol kesehatan di masa pandemi covid-19.

‘’Selain 12 kecamatan yang sudah minim resiko atau zona hijau, kecamatan lain masih zona kuning, sebagaimana pemetaan Dinas Kesehatan Provinsi Kaltara yang menyebut Kaltara masih berstatus zona kuning,’’ujar Juru bicara gugus tugas Covid 19 Nunukan Aris Suyono, Rabu (24/06/2020).

Dijelaskan, penentuan status zona dilakukan berdasar pemetaan tim gugus tugas dengan 3 indikator, yaitu epidemologi, kesehatan dan kemampuan fasilitas kesehatan.

Adapun 12 kecamatan yang sudah masuk dalam zona hijau masing-masing :  kecamatan Sebatik Barat, kecamatan Sebuku, kecamatan Sembakung, kecamatan Lumbis, kecamatan Tulin Onsoi, kecamatan Lumbis Ogong, Kecamatan Sembakung Atulai, kecamatan Krayan Barat, kecamatan Krayan Tengah, kecamatan Krayan Selatan, kecamatan Lumbis Hulu dan kecamatan Lumbis Pensiangan.

Hingga 21 Juni 2020 tim medis gugus tugas sudah mengirimkan total 288 spesimen sample swab terdiri dari 165 sample diagnose dan 123 sample follow up untuk pengobatan.

Sebagaimana diterangkan Aris, angka positif covid-19 dari 165 spesimen diagnose yang dikirimkan, menunjukkan laju perkembangan dengan rasio kurang dari 5 persen yang berarti bisa dikatakan rendah, terlebih jika dibandingkan dengan target pemeriksaan PCR skala nasional.

‘’Rasio pemeriksaan kita ada di angka 41,6 per satu juta penduduk, dan ini masih jauh dari target nasional,’’ujarnya lagi.

Rendahnya pencapaian target diakibatkan sejumlah kendala, Kabupaten Nunukan yang merupakan tapal batas Negara belum memiliki peralatan mumpuni untuk melakukan tes swab di tiap kecamatan, sehingga semua tes bermuara di RSUD Nunukan, dimana secara geografis wilayah cukup jauh ditempuh dari wilayah terisolir dan membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

Untuk mengantipasi masalah tersebut, tim medis melakukan rapid test dengan cara jemput bola, menindak lanjutinya dengan tes metode TCM juga melakukan metode pengambilan swab atau PCR sebelum dikirimkan ke laboratorium.

Kasus Covid-19 di kabupaten Nunukan mengalami trend ke arah lebih baik dengan hanya menyisakan 3 pasien konfirmasi positif dari 44 kasus yang ada, sampai hari ini, Nunukan mencatatkan 41 kasus sembuh, 8 0DP, 65 OTG, dan 3 PDP.(KU).

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top