Apel Gabungan, Yansen TP: SOP The New Normal Harus Dibungkus Dengan RT Bersih

“Standar operasional The New Normal ini harus dibungkus dengan RT Bersih

MALINAU, SWARAKALTARA.COM – Bupati Malinau Dr. Yansen TP, M.Si pimpin Apel Gabungan Jajaran Pemerintah Daerah perdana setelah melaksanakan kegiatan kerja dari rumah. Apel berlangsung dihadiri seluruh pejabat eselon 4,3 dan 2 yang berlangsung di Halaman Kantor Bupati Malinau jalan Pusat Pemerintahan Kabupaten Malinau, Selasa (2/6/2020).

Bupati Malinau Dr. Yansen TP, M.Si mengatakan, kita bersyukur Kabupaten Malinau memiliki program Gerakan Desa Membangun (Gerdema), didalamnya kita melaksanakan program Unggulan RT Bersih Wajib Belajar dan Beras Daerah.

Yansen TP menjelaskan, RT Bersih itu bukan politik, RT Bersih itu merupakan prilaku dan budaya hidup kita. Rapi Tertib Bersih Sehat Indah Harmonis, itu konsep hidup masyarakat malinau yang kita ingin bangun dan kita wujudkan. Standar operasional The New Normal ini harus dibungkus dengan RT Bersih. Bukan sekedar saja, tetapi betul-betul secara totalitas membangaun nilai hidup masyarakat malinau.

Ada hikmah dengan semua ini, dikala kita semua berperang dengan corona baru kita sadar perlu jaga kebersihan, perlu semangat, perlu motovasi. Paket RT Bersih menjadi sumbu bagi kita untuk membangkitkan semangat malinau membangun menghadapi corona ini. Kalau itu dilakukan saya yakin dan percaya kita bisa membentuk sebuah perilaku hidup masyarakat malinau yang kedepan bukan karena termotivasi mengahadapi corona tapi kita sudah sadar dengan itu, harapnya.

“Kita sepakat, the new normal kita coba jalankan dengan standar-standar dengan kondisi Malinau, tetapi ingat tetap jaga dengan teguh prisif-prinsif dasar corona, jangan abaikan. Kita budayakan cuci tangan, jaga jarak, palai masker. Kalau tidak seperti itu apa jaminan kita sehat”.

Pertama, deklarasikan pada diri kita harus siap melaksanakan the new normal pada diri kita. Kedua menyampaikan dan meneruskan kepada masyarakat dan sekitarnya, inilah catatan penting pada kita sebagai pelaku-pelaku pembangunan.

Kemudian, sesuai Edaran Bupati, pejabat eselon 2 dan eselon 3 baik A dan B tetap turun bekerja seperti sediakala. Kemudian untuk eselon 4 dan staf tetap turun sesuai dengan pengaturan dari OPD masing-masing. Kemudian khususnya eselon 4 yang berumur 50 tahun keatas bekerja dari rumah, tegas Yansen TP.

Kemudian lanjut Yansen, tugas kita buang jauh-jauh sikap apriori kita kepada tatanan sosial, jangan lagi membangun budaya-budaya yang kurang berkenan kurang tepat dalam rangka kita mebangun kehidupan berbangsa dan bernegara di malinau ini. Kita memiliki keberagaman tatap tegakan keberagaman tetapi dalam kehidupan kebersamaan, konsep hidup kita dalan Bhineka Tunggal Ika.

Konsekuensinya, kebijakan yang kita buat harus menjangkau semua orang, jangan karena sikap kita yang apriori itu akhirnya kita gagal. Harus tegas dan berani menyampaikan, mengingatkan bahkan kalau perlu menegur dengan tatacara yang baik dan beretika. Jangan biarkan ada perilaku-perilaku masyarakat yang kebablasan.

Contoh ada orang yang memanfaatkan corona untuk kepentingan politiknya supaya dianggap memperjuangkan kepentingan orang lalu menyuruh orang berjualan, ini kebablasan.

Saya ingin sampaikan, sayapun juga merasa apa yang kita rasakan, Disituasi ini tidak ada sifat berjuang, disini adalah standar corona. Tidak ada negosiasi kecauali ada aturan yang membenarkan.

Contohnya kita parkir diluar halaman kantor, ada aturan yang membenarkan itu. Kenapa kita parkir diluar, supaya dilingkup kerja kita aman, supaya terkendali siapun masuk terkendali. Coba kita bayangkan kalau semua bisa masuk, kita tidak tahu siapa datang dari mana pasti kita akan kesulitan. Namun itu tidak selamanya, bisa berakhir kalau corona sudah tidak ada lagi. Jadi saya harapkan jangan ada memanfaatkan momentum corona ini untuk kepentingan.

“Apa yang mau diperjuangkan kalau corona tidak membenarkan orang berkumpul, oke penjual bisa tertib, tapi pembeli apa bisa? Oleh sebab itu saya harapkan mari kita semua tegakan nilai-nilai aturan yang harus kita tanamkan kepada masyarakat”.

Coba renungkan dirumah ibadah Masjid gereja semua tidak boleh beribadah karena dikawatirkan ketidakmampuan kita menjaga tatanannya. Oleh sebab itu jangan main-main dengan aturan tersebut.

Penerapan ditengah masyarakat tolong dijaga dengan baik dengan hati dan pikiran kita yang jernih, ayo mari kita beraktivitas ekonomi tetapi jaga jaga dan jaga aturan itu, jangan kebablasan.

Kepada Sekda, Yansen TP meminta untuk menunda sosialisasi New Normal hari ini, disusun dulu kemudian baru atur sosialisasi seperti kesepakatan kita, selama 2 minggu sosialisasi kepada masyarakat apa tatanan new normal itu, 2 minggu berikut kita awasi pelaksanaannya sampai mereka mengausai dengan baik kita jadikan sebuah konsep hidup kedepan.

Saya yakin kita bisa mewujudkan situasional Kabupaten Malinau seperti yang kita rasakan hari ini mampu menghadapi situasi pandemi ini dan tetap bersemangat. Dan deklarasi hari ini kita mulau turun kerja seperti semula.

Jangan menyebarkan informasi-informasi yang tidak benar terutama di medsos, saya harapkan supaya kendalikan diri, supaya jangan mengacaukan pikiran pikiran masyarakat dengan berbagai macam informasi. Mari kita bangun semangat moral bangsa yang sedang bangkit kembali mewujutkan tatanan baru di malinau.(ezi).

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top