Kurang Mendapat Edukasi yang Baik Masih Banyak Masyarakat Nunukan Menolak Uji Swab

NUNUKAN, SWARAKALTARA.COM – Tim medis Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nunukan Kalimantan Utara dipusingkan dengan banyaknya masyarakat yang menolak jalani pengambilan sampel uji swab.

Juru bicara Gugus Tugas Nunukan Aris Suyono mengaku turut prihatin karena masih ditemukan penolakan pelaksanaan protap kesehatan. Pasalnya, tidak mungkin ada penolakan baik rapid maupun swab jika edukasi tentang standar layanan kesehatan telah difahami terutama bagi masyarakat yang memiliki riwayat yang mengarah pada kasus Corona.

‘’Kendala kita di lapangan banyak yang menolak pengambilan swab, ini yang kita sesalkan.’’ujarnya, Sabtu (06/06/2020).

Meski tak menjelaskan secara detail bentuk penolakan dan berapa banyak tim medis mendapat penolakan, diduga kuat faktor takut sakit saat pengambilan swab dan alasan sudah menjalani rapid test menjadi dalih masyarakat.

Aris menjelaskan, rapid test dan pemeriksaan swab adalah pemeriksaan yang berbeda. Rapid test corona hanya bisa digunakan sebagai skrining atau penyaringan awal. Sementara itu untuk mendiagnosis seseorang terinfeksi Covid-19, hasil pemeriksaan swab lah yang digunakan.

‘’Tolong kerjasamanya, karena untuk memastikan gejala covid-19 seseorang harus diambil swabnya untuk diuji,’’lanjutnya.

Metode penanggulangan Covid-19 sebenarnya tidak berbeda dengan penanggulangan penyakit menular, yaitu dengan melakukan survey, skrining, tracing dan testing yang kemudian ditindak lanjuti dengan therapy medis, karantina juga isolasi.

Masih kata Aris, tim medis saat ini tengah mengambil swab dari sekitar 18 orang yang terindikasi covid-19 pasca hasil rapid test menunjukkan reaktif, terdiri dari 2 sample follow up sebagai monitoring kesehatan dan 16 sample untuk diagnose yang didapat dari hasil surveylan aktif sebanyak 11 orang dan pelaku perjalanan/Orang Dengan Resiko (ODR) sebanyak 5 orang.

Pengambilan sample swab di Puskesmas Long Bawan kecamatan Krayan juga sudah mulai dilakukan, dari 52 orang yang menjadi target, tim medis sudah melakukan pengambilan swab terhadap 37 orang dan akan dilanjutkan esok sebelum dikirim ke BBLK Surabaya.

‘’Kendala di Krayan selain geografis adalah jarak dari Puskesmas ke rumah warga yang jauh dan juga kendala telekomunikasi dengan susahnya signal di dataran tinggi Krayan,’’jelas Aris.

Progres penanganan Covid-19 di Nunukan hingga 06 Juni 2020 tercatat 43 kasus corona dengan 25 kasus sembuh, tim medis juga menemukan 2 PDP baru masing-masing dari Puskesmas Nunukan 1 orang dan dari RSUD Nunukan 1 orang, sehingga jumlah PDP sampai hari ini 5 orang, masing-masing di RSUD 3 orang, menjalani isolasi mandiri di wilayah Nunukan 1 orang dan di kecamatan Sebuku 1 orang. Ada 2 PDP meninggal dunia. Dan terdapat 19 ODP dan 345 OTG.(KU).

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top