Total 34 Kasus Konfirmasi Sembuh di Malinau Termasuk 1 Pasien Titipan Dari Nunukan

Lengkapi Kebutuhan Dari Rumah
Shopee Promo sd 90%

 

MALINAU, SWARAKALTARA.COM – 34 Pasien Kasus Konfirmasi sembuh di Malinau, termasuk satu pasien titipan dari Kabupaten Nunukan dan dari Kabupaten Tana Tidung (KTT).

Kepala Dinas Kesehatan dr. John Felix Rundupadang, M.P.H, kepada wartawan menjelaskan, hari ini Senin (8/6/2020) paling banyak kita pulangkan Kasus Konfirmasi termasuk memulangkan pasien titipan Konfirmasi Positif dari Nunukan dan KTT, sehingga titipan kasus konfirmasi tinggal satu dari KTT dan dari Malinau masih ada 7 orang.

John Felix mengatakan, 7 orang tersebut ada 2 berada di karantina Rumah Sakit, 2 di Desa Wisata Pulau Sapi dan ada 3 orang di Badan Diklat. Ke 7 kasus konfirmasi termasuk OTG baru yang kita temukan dalam minggu ini akan kita lakukan Swab untuk pemeriksaan selanjutnya.

“Khusus untuk kasus konfirmasi yang masih tersisah sebanyak 7 orang ini merupakan Follow Up yang ke 3 dalam waktu lebih kurang tujuh minggu”, ujarnya.

Kemaren kita melakukan video conference dengan BNPB pusat terkait indikator-indikator didalam penanganan Covid-19 dimasa New Normal. Indikator yang digunakan akhirnya agak sulit diterapkan karena lamanya proses menunggu hasil swab. Idealnya menunggu hasil swab itu dua hari, namun kenyataannya banyak yang sampai dua minggu menunggu hasil, sehingga ini yang menjadi kendala didalam bagaimana mengfollow up dengan benar pasien-pasien yang didalam pengawasan maupun dalam pemantauan kita.

Untuk kasus Malinau yang 7 orang, 3 untuk follow up yang ke tiga, dan 4 orang sisanya follow up yang ke dua, sehingga kita berharap mereka dinyatakan sembuh pada Follow Up yang ke dua dan ketiga ini.

Kalau kita pelajari dari kasus-kasus yang ada Follow Up yang terbanyak itu memang pada sumber bukan pada transmisi lokal. Kalau pada transmisi lokal rata-rata maksimal dua kali Follow Up sudah sembuh bahkan ada yang cuma sekali Follow Up sudah sembuh, termasuk dua anak-anak di Bandiklat sembuh tadi, ini karena mereka memang adalah transmisi lokal.

Selanjutnya, kita akan lakukan menjaga untuk pemeriksaan-pemeriksaan dipintu masuk, mungkin setelah tenaga kesehatan bisa kita kurangi dipenjagaan karantina baik di SMP 1 maupun di Bandiklat, nanti kita akan fokus di pintu jalur darat di Sesua dan langsung melaksanakan Rapid Test di Sesua. Sehingga kalau ketemu reaktif kita langsung bawa ke karantina yang ada, timpal John Felix.(ezi).

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top