15 Gedung Pelayanan Poliklinik di RSUD Nunukan Ditutup Pasca Dua Nakes Terkonfirmasi Positif COVID-19

NUNUKAN, SWARAKALTARA.COM – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nunukan Kalimantan Utara mengeluarkan kebijakan menutup 15 gedung pelayanan poliklinik pasca dua tenaga kesehatan (nakes) di rumah sakit tersebut terkonfirmasi positif COVID -19.

‘’Ditutup selama 14 hari ke depan, memang ada kaitannya dengan dua orang Nakes kami yang terkonfirmasi positif Covid-19.’’ujar Humas RSUD Nunukan Khairil, Rabu (12/08/2020).

Meski 15 fasilitas pelayanan poliklinik ditutup, tidak serta merta sama sekali tanpa pelayanan, para dokter masih melayani pasien rawat inap, namun tidak lagi melayani pasien baru terkecuali untuk layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan kondisi khusus lain.

Khairil meminta pengertian masyarakat atas kebijakan yang diambil, kondisi ini tentu sebuah keadaan yang sama sekali tidak diinginkan, padahal RSUD merupakan benteng terakhir yang menangkal sebaran wabah corona, untuk itu, seluruh pengunjung RSUD diharapkan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.

‘’Biar para dokter juga memiliki waktu istirahat supaya imunitas mereka meningkat, ketika terjadi perkembangan baik dari kondisi ini, tidak menutup kemungkinan pelayanan poliklinik akan dibuka kembali meski belum sampai 14 hari ditutup, kita juga lakukan sterilisasi ruangan, dan memantau terus kondisi nakes kami yang lain.’’imbuhnya.

Dijelaskan, Dua Nakes yang dimaksud masing masing, seorang dokter spesialis mata IN (42), ia merupakan pelaku perjalanan ke Bone dan Makassar Sulawesi Selatan, IN dinyatakan positif pada 4 Agustus 2020, dan merupakan kasus yang pertama muncul pasca kabupaten Nunukan ditetapkan menjadi zona hijau dalam sebaran COVID-19 setelah menuntaskan 44 kasus konfirmasi positif sebelumnya.

Nakes kedua adalah MT (35) yang merupakan tenaga apoteker dan kepala bagian laundry RSUD Nunukan, dan berstatus kontak erat dari IN.

‘’Dengan demikian, tim medis penanganan COVID-19 RSUD Nunukan memutuskan untuk sterilisasi sejumlah ruangan, kita sudah melakukan swab semua nakes, dan memutuskan menutup 15 pelayanan poliklinik sampai 14 hari ke depan,’’tegasnya.

Juru bicara Pemkab Nunukan Hasan Basri Mursali menjelaskan, sejauh ini ada 5 kasus konfirmasi positif di kabupaten Nunukan, dimana satu pasien konfirmasi merupakan eks pasien yang dinyatakan sembuh berdasar hasil pemeriksaan follow up Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (BBLK) Surabaya. Pasien laki-laki dengan nama AW (34) ini merupakan kasus reinfeksi atau transmisi ulang.

Kasus lain adalah kasus import yang ditemukan terhadap pelaku perjalanan dari Balikpapan Kalimantan Timur JH (31), dari hasil tracing JH ditemukan 1 kontak erat yang dinyatakan positif yaitu HS (66) yang merupakan ayah dari JH dan menderita penyakit jantung.

Saat ini ada 3 pasien konfirmasi yang sudah ditempatkan di bangsal isolasi RSUD Nunukan, sementara dua pasien lain masih melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing.(KU).

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top