Faham Khilafah Mulai Masuk Nunukan FKUB Segera Lakukan Sosialisasi ke Masyarakat

NUNUKAN, SWARAKALTARA.COM – Paham Khilafah disinyalir mulai masuk di kabupaten Nunukan Kalimantan Utara, hal ini menjadi salah satu perhatian khusus Forum Komunikasi Ummat Beragama (FKUB) Nunukan.

Ketua FKUB Nunukan Ustad Hermansyah mengatakan, ideologi yang diusung Hizbut Tahrir (HT) ini, merupakan propaganda dan berpotensi menggerogoti kedaulatan bangsa.

Dengan demikian organisasinya sebagai salah satu pilar penjaga perdamaian di Bumi Tunon Taka FKUB tidak akan diam

‘’Kita akan segera melakukan sosialisasi kepada masyarakat setempat, karena paham ini merupakan paham yang dilarang Negara kita,’’ujarnya, Jumat (07/08/2020).

FKUB sendiri merupakan gabungan dari seluruh rohaniawan, ketua MUI, Ketua Ormas Muhammadiyah, Ormas Nahdhatul Ulama (NU) dan tokoh-tokoh agama di kabupaten yang berbatasan dengan Malaysia ini, ada tokoh agama Islam, tokoh Katolik, Protestan, Hindu, Budha dan Konghucu, dan berasal dari berbagai suku bangsa di Indonesia bahkan etnis China, mereka membentuk FKUB dengan tujuan menjernihkan pemahaman Bhinneka Tunggal Ika dan menangkal isi sensitif akan masalah etnis dan lintas agama.

Sejauh ini, dari beberapa penelusuran yang dilakukan FKUB, penyebar paham ini hanya individu, dia mencoba mempengaruhi masyarakat dengan dialog-dialog ringan dan menyuntikkan pemahaman keliru tentang konsep Islam akan khilafah.

Karena bagaimanapun Indonesia berdasarkan Pancasila, dan republik yang berdaulat, jangan sampai pemahaman berbahaya tersebut meracuni pikiran masyarakat yang akhirnya justru terperosok dan menentang dasar Negara Indonesia yang memiliki falsafah Bhinneka Tunggal Ika, yang bermakna agung, ‘’walau berbeda namun tetap satu jua’’.

‘’Kita deteksi di daerah Nunukan Selatan, dia sepertinya membawa faham itu dari daerah Tarakan, kita secepatnya turun ke masyarakat, kita akan memberi pemahaman kepada mereka,’’tegasnya.

Dalam dialog antara FKUB dan Polres Nunukan, dijelaskan bahwa faham khilafah yang masuk ke Nunukan masih berupa sel tidur, dan belum se-aktif yang ada di kota Tarakan, kabupaten Bulungan maupun Kabupaten Tana Tidung.

Namun demikian, petugas keamanan tidak akan melepaskan perhatian mereka atas kasus ini. Terlebih Nunukan merupakan wilayah perbatasan antara Tawau Negara bagian Sabah Malaysia juga berbatasan dengan Filipina selatan yang terkenal dengan basis faham Islam radikalnya.

Yang perlu diwaspadai dan butuh perhatian lebih adalah saat ini kabupaten Nunukan tengah membuka jalur perdagangan ke Filipina Selatan untuk memperoleh penambahan devisa.

Dikonfirmasi lebih jauh terkait faham khilafah yang mulai masuk ke kabupaten Nunukan, Kapolres Nunukan AKBP.Syaiful Anwar belum mau berkomentar.

‘’Ini isu sensitif, kita butuh pendalaman lebih jauh,’’jawabnya.(KU).

Lomba Karya Jingle Pemilihan Kepala Daerah

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top