Ini yang Dilakukan Satgas Pamtas RI – Malaysia Demi Berkibarnya Merah Putih di Tapal Batas Negri

NUNUKAN, SWARAKALTARA.COM – Demi mewujudkan berkibarnya bendera merah putih serentak pada peringatan kemerdekaan RI ke-75 tahun, Satuan Tugas Pengaman Perbatasan (Satgas Pamtas) RI – Malaysia yonif 623/Bhakti Wira Utama (BWU) menyisir seluruh areal yang ada di pos pantau perbatasan untuk memastikan semua warga kabupaten Nunukan Kalimantan Utara memiliki bendera merah putih.

Dansatgas Pamtas RI – Malaysia yonif 623/BWU Letkol.Inf. Yordania mengatakan, tugas Satgas Pamtas adalah memastikan kecintaan terhadap NKRI masih melekat dalam di hati para penduduk di perbatasan,

‘’Bendera itu hal utama, jangan sampai kita merayakan kemerdekaan, ada masyarakat tidak memasang bendera karena tidak punya, kita sisir wilayah perbatasan, kita bagikan bendera sekaligus memasangkannya di rumah rumah penduduk,’’ujarnya, Jumat (07/08/2020).

Yordan mengatakan, sejak awal bertugas, mereka sudah dibekali ratusan bendera merah putih berbagai ukuran, misi menyemarakkan Indonesia dengan merah putih dan menggelorakan semangat cinta tanah air pada 17 Agustus nanti adalah hal mutlak bagi satuan tempur yang bertugas menjaga keutuhan patok batas Negara tersebut.

Geografis kabupaten Nunukan dengan banyak lokasi perbukitan terjal dan sungai tidak menyurutkan langkah mereka mengemban misi ini, ada dua lokasi tugas yang memiliki medan berat masing-masing Satuan Setingkat Kompi (SSK) 4 yang dikenal sebagai SSK air karena melewati sungai dengan arus jeram yang kuat, yaitu di Sumantipal kecamatan Lumbis Pensiangan dan berbatasan langsung dengan Malaysia.

‘’Medannya lumayan berat, dari pos Labang yang ada di tengah sungai, kita gunakan perahu, kita harus turun dulu di lokasi tertentu supaya perahu bisa melaju, arus kuat dan bebatuan besar menjadi tantangan kita,’’katanya.

Di wilayah ini, prajurit Satgas Pamtas membagikan sejumlah bendera, memasangkannya di setiap rumah, membuatkan tiang bendera, bahkan rela memanjat di tiang bendera balai adat Agabag.

Di balai adat, tiang bendera dibuat dari kayu ulin berukuran lumayan besar, dan prajurit pos Labang ditugaskan memastikan bendera yang terpasang di tempat ini tetap berkibar dan tidak boleh sampai lusuh ataupun usang.

‘’Dan penugasan di medan sulit lain ada di SSK 5 wilayah Krayan, kita sebut sebagai SSK udara, kita hanya bisa gunakan helikopter atau pesawat komersil, selebihnya kalau urusan medan menanjak, jurang atau ngarai itu bukan masalah, kami prajurit TNI dan akan memastikan merah putih berkibar di perbatasan NKRI,’’tegasnya.

Momen membagikan bendera juga menjadi ajang silaturahmi dan edukasi, para prajurit selain berkenalan dan beramah tamah dengan masyarakat adat dayak di pedalaman, juga memberikan pengetahuan terkait virus COVID-19, dan bagaimana seharusnya menyikapi wabah ini.(KU).

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top