Karyawan Perusahaan di Nunukan Terkonfirmasi Positif Covid-19 Seluruh Buruh Ditracing

NUNUKAN, SWARAKALTARA.COM – Seorang karyawan perusahaan perkebunan sawit yang berada di Kecamatan Sembakung kabupaten Nunukan Kalimantan Utara terkonfirmasi positif COVID-19.

Juru Bicara Satgas penanganan Covid-19 kabupaten Nunukan Aris Suyono mengatakan, informasi tersebut diperoleh dari Dinas Kesehatan kota Tarakan dan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Utara melalui pesan WhatsApp, Sabtu 22 Agustus 2020 malam.

‘’Ditemukan pasien konfirmasi positif di Tarakan, berasal dari perusahaan PT. PSU di daerah Sembakung, pasien saat ini dirawat di RSUD Tarakan,’’ujarnya, Minggu (22/08/2020).

Karyawan tersebut berjenis kelamin laki-laki berusia 45 tahun beralamat di desa Marga sari Kota Balikpapan Barat Provinsi Kalimantan Timur. Berdasar hasil penyelidikan epidemologi dari Dinas Kesehatan Kota Tarakan melalui kepala seksi surveylans, dijelaskan pada 07 agustus 2020 pasien hendak kembali bekerja dan melakukan rapid test di kota Balikpapan dengan hasil non reaktif.

Pada 08 Agustus 2020, pasien flight dari Balikpapan menuju kota Tarakan, dan sorenya menuju Sembakung menggunakan speedboat. Pada 09 Agustus 2020, pasien mulai mengeluhkan batuk berdahak dan demam tinggi, keesokan harinya batuk memberat disertai sesak nafas, dan dilakukan rapid test dengan hasil non reaktif.

Pada 11 Agustus 2020 kondisinya belum berubah, masih demam dan sesak nafas, tanggal 13 Agustus 2020, demam dan sesak nafas hilang, namun masih batuk-batuk, pada 20 Agustus 2020 pasien dibawa ke Tarakan, dilakukan rapid test dengan hasil reaktif, saat di swab keesokan hasinya, hasilnya terkonfirmasi positif.

‘’Kami simpulkan ini kasus import karena belum 14 hari yang bersangkutan berada di Sembakung, kita sudah meminta Puskesmas desa Atap segera melakukan tracing dan nantinya akan dilanjutkan tim medis Dinas Kesehatan untuk monitoring sekaligus evaluasi,’’kata Aris.

Dengan tambahan kasus ini, Nunukan mencatatkan 51 kasus konfirmasi, 48 sembuh, 3 orang dalam pengawasan dan pemantauan. Sebelumnya ada sekitar 42 specimen swab yang dikirim oleh Dinas Kesehatan Nunukan pada 12 dan 13 Agustus 2020 dari hasil tracing kontak erat pasien NNK 49 dan NNK 50, semua dinyatakan negatif termasuk dua tenaga kesehatan di RSUD Nunukan masing-masing dokter spesialis dan apoteker. Berkat kesembuhan keduanya, layanan poliklinik yang sebelumnya sempat ditutup, direncanakan kembali dibuka 25 Agustus 2020 nanti.

Saat ini Dinas Kesehatan Nunukan juga menunggu 37 spesimen swab yang dikirim pada 19 Agustus 2020 ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya.

‘’Kondisi di lapangan masih dinamis, penambahan kasus masih memungkinkan terus terjadi karena masih pandemi, apalagi semua aktifitas sudah berjalan, sehingga masih sangat rentan, patuhi protokol kesehatan dan tetap tertib,’’imbaunya.(KU).

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top