Mampukah Indonesia cegah resesi ekonomi??? Elit dan Pemimpin Negeri Harus Lebih “SUMELEH”

SWARAKALTARA.COM – Semua pihak, segenap rakyat dan bangsa Indonesia sangat menaruh harapan tidak terjadi resesi ekonomi di negeri ini walau pada kuartal II (April-Juni 2020) laju ekonomi domestik terkontraksi ke minus 5,37%. Kuartal III (Juli-September 2020) masih tersisa waktu dua minggu ke depan ditengah pemberlakuan PSBB Total DKI Jakarta (14 – 27 September 2020), dan diharapkan ekonomi Indonesia mampu alami pertumbuhan positif sehingga terhindar dari resesi ekonomi. Namun demikian, tatkala memang terjadi resesi ekonomi diharap segenap kekuatan elemen bangsa saling bergotong royong dan bahu membahu, bersama-sama berupaya sekuat tenaga entaskan negeri ini dari jurang keterpurukan ekonomi yang lebih mendalam, tegas Presiden GBN, dr. Ali Mahsun ATMO, M.Biomed. di Jakarta, Senin, 14 Sep 2020.

Ditengah ancaman resesi ekonomi nasional saat ini, tidak ada pilihan lain bagi rakyat dkecuali MOVE ON. Segera bekerja dan berusaha kembali sehingga roda ekonomi bisa berputar efektif, dan daya beli rakyat bisa terdongkrak. Petani, nelayan, pedagang, buruh, ojek, sopir, becak, pengrajin, home industri, pemulung, pengamen harus segera bekerja dan berusaha kembali dengan selalu taat dan jalankan protokoler kesehatan. Pakai masker, jaga jarak, rajin cuci tangan gunakan sabun, serta sediakan sabun dan desinfektan ditempat berusaha dan berekonomi.

Pembukaan kesempatan dan lahan usaha bagi UMKM seluas-luasnya oleh pemerintah diseluruh tanah air, percepatan dan ketepatan sasaran belanja pemerintah, BUMN/BUMD, dan ASN, serta penyaluran bansos dan stimulus insentif ekonomi kepada rakyat menjadi faktor determinatif cegah resesi dan keterpurukan ekonomi yang lebih berat, tambah Ali Mahsun ATMO, lelaki sahaja asli Mojokerto Jawa Timur.

Dalam situasi dan kondisi yang serba tidak menentu, dan sulit diterka arah dan muara kedepannya, dibutuhkan sikap legowo, arif dan bijaksana, serta adanya tali temali, adanya jejaring yang kuat dan kokoh antar warga bangsa dan warga negara RI. Kita semua harus bergotong royong.

Harus saling merangkul, mendukung dan medo’akan. Adalah sebuah keniscayaan untuk terus menerus memupuk irama kerukunan, nada kebersamaan dan harmoni kesatuan persatuan antar kekuatan elemen bangsa, baik yang ada di dalam negeri mau pun diluar negeri. Perbedaan itu rahmat. Beragam varian perbedaan lebih 750 suku bangsa yang membangun bangsa dan negeri ini harus tumbuh ke asal muasal (Bhineka Tunggal Ika – Sumpah Pemuda) menjadi sebuah kekuatan dan modal dasar yang sangat besar untuk keluarkan rakyat, bangsa dan negeri ini dari krisis kesehatan, serta krisis dan keterpurukan ekonomi yang lebih mendalam, bukan sebaliknya. Untuk itu, segenap elit dan pemimpin di negeri ini seyogyanya lebih “SUMELEH”, berkenan untuk menanggalkan segala baju kepentingan diluar kepentingan rakyat, bangsa dan negara.

Berkenan bekerja keras dan cerdas, serta memfokuskan diri untuk berikan perlindungan kepada segenap tumpah darah dan bangsa Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, dan mencerdaskan kehidupan bangsa ditengah berbagai keterbatasan dan kesulitan yang melanda negeri ini. Insya-Allah resesi ekonomi, dan atau minimal keterpurukan ekonomi yang lebih mendalam bisa dicegah atas kehendak dan ridho Tuhan YME., Allah SWT. dengan kobaran api semangat HARMONI antar warga bangsa diatas beragam varian perbedaan yang ada, pungkas Ali ATMO, dokter ahli kekebalan tubuh (Imunologi) lulusan FK Unibraw Malang dan FKUI Jakarta yang juga Ketua Umum DPP APKLI.(*).

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram
loading...

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top