Merasa Berdosa dengan Leluhur Tidung, Haji Saleh Busma Tarik Surat Dukungan Mengatasnamakan Lembaga Adat

MALINAU, SWARAKALTARA.COM – Dengan suara lirih, Ketua Adat Tidung Kecamatan Malinau Utara, Haji Saleh Busma sedikit menceritakan kronologi, keluarnya surat pernyataan dukungab kepada pasangan balon Bupati dan Wakil Bupati Malinau, Martin Labo-Datu Nasir.

Saat surat bernomor 001/LAT-KEC-MU/IX/2020 yang dikeluarkan pada 5 September lalu, ditandatanganinya secara terpaksa.

“Saya ini seperti kaya kena todong (Saat menandatangani surat dukungan),” ujar Saleh saat dikonfirmasi oleh media ini melalui telepon selularnya baru-baru ini.

Karena hal itu pula, Saleh menarik kembali surat dukungan yang sempat menghebohkan media sosial di Kabupaten Malinau ini.

“Saya tarik kembali (Surat Dukungan). Waktu itu, saya hanya dibacakan saja,” tuturnya.

Saleh juga menceritakan, saat itu dirinya sedang sakit. Ketika saat ini sudah lebih baik, Saleh lalu mencabut surat dukungan itu melalui surat pernyataan pula.

”Padahal saya ini sedang sakit. Pusing kepalaku. Kepala ini sudah kaya teputar. Liat kiri kanan itu kaya teputar,“ adunya.

Meyakinkan bahwa surat tersebut asli, Saleh lalu mengisahkan, surat pernyataan yang ditandatanganinya pada 9 September lalu itu ditulisnya dengan menggunakan tulisan tangan sendiri.

“Itu saya tulis sendiri. Saya tandatangani surat itu diatas materai, dan tidak ada paksaan dari pihak manapun,” tandasnya.

Melalui media inipun, Saleh menyampaikan, bahwa ia merasa berdosa atas dikeluarkannya surat pernyataan dukungan tersebut.

Pasalnya, pernyataan dukungan itu mengatasnamakan suku nenek moyangnya.

“Saya itu merasa berdosa sama leluhur saya, karena membawa nama suku. Sekaligus pula (Dengan dikeluarkannya surat pernyataan penarikan) saya menjernihkan nama saya,” imbuhnya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top