Resmikan Dua Gedung Isolasi Pinere Untuk Pasien COVID-19, Laura , Saya Harap Ini Tidak Digunakan

NUNUKAN, SWARAKALTARA.COM – Bupati Nunukan Hj.Asmin Laura Hafid berharap masyarakat Nunukan tidak perlu sampai menjalani perawatan di gedung baru untuk perawatan penderita COVID-19 yang diresmikan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nunukan.

‘’Sejujurnya saya berdoa semoga gedung ini tidak pernah dimanfaatkan atau digunakan,’’ujar Laura saat menghadiri peresmian dua gedung isolasi Pinere (Penyakit infeksi new -emerging dan re- emerging) di RSUD Nunukan, Sabtu (12/9/2020).

Harapan tersebut adalah sebuah keinginan agar masyarakat semua selalu sehat dan terjauh dari COVID-19, artinya tidak ada masyarakat yang sakit sehingga harus dirawat di gedung ini.

Karena meskipun mendapatkan pelayanan dan fasilitas, kata Laura ia bisa merasakan bahwa pasien yang terpaksa harus dirawat di ruang isolasi akan mengalami tekanan psikologis yang luar biasa.

‘’Perasaan sendiri, terasing, cemas bahkan kadang depresi akan selalu membayanginya selama dalam ruang isolasi, itu kenapa saya berharap gedung ini tidak digunakan,’’jelasnya.

Laura menegaskan, pembangunan gedung ini merupakan hasil dari realokasi dan refocusing anggaran yang dipadukan dengan Dana Alokasi Khusus (DAK), ini menunjukkan komitmen Pemerintah Daerah dalam menanggulangi COVID-19, dan bukti keseriusan Pemkab Nunukan dalam memastikan kesehatan masyarakat.

‘’Kita tak bisa hindari ini musim Pilkada dan saya adalah incumbent yang akan bertarung nanti, jika ada yang bertanya masalah anggaran refocusing, saya sudah perintahkan TAPD, Kabid sampai Kasi buka-bukaan, agar masyarakat jelas dan tidak berasumsi tanpa data yang jelas dan sumber yang valid.’’tegasnya.

Direktur RSUD Nunukan dr,Dulman mengatakan, pembangunan dua gedung isolasi Pinere tersebut menghabiskan anggaran sekitar Rp. 7,7 miliar, dua gedung tersebut dilengkapi dengan fasilitas standar penanganan COVID-19, ada ventilator, rongent, dengan 110 bed pasien dan 6 dokter dengan APD lengkap yang akan menangani pasien di gedung tersebut.

‘’Kita ada gedung bertekanan negatif untuk perawatan pasien, dan gedung bertekanan positif untuk masa pemulihan, fasilitas semua ada, hanya untuk penelitian swab tetap ke Tarakan, sekitar sepekan paling lama hasilnya sudah keluar,’’kata Dulman.(KU).

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top