Begini Cara Meraih Simpati Masyarakat yang Dilakukan Balon Bupati Nunukan Saat Tidak Bisa Kampanye

NUNUKAN, SWARAKALTARA.COM – Bakal Calon Bupati Nunukan Kalimantan Utara H. Danni Iskandar, melakukan blusukan dan menghampiri setiap kumpulan orang di pinggir jalan untuk meraih simpati publik.

Hal ini dilakukan karena bakal calon yang mengusung jargon ‘Damai’ ini belum ditetapkan menjadi kandidat di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Nunukan 2020.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Nunukan menunda penetapan pasangan bakal calon ini karena beberapa waktu lalu H. Muhammad Nasir dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19.

‘’Buat apa susah-susah, belum boleh kampanye kan masih ada solusi lain, lebih kepada menyambung silaturahmi dan sering berkunjung ke tengah komunitas dan kumpulan masyarakat saja, itu lebih efektif,’’ujar Danni, Sabtu 03/10.

Danni sendirian melakukan blusukan ke berbagai tempat, ia berjalan kaki tanpa mengikut sertakan tim sukses dan para simpatisan, ia berhenti di setiap kali ada orang yang berkumpul juga mendatangi rumah para tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat juga tokoh pemuda.

Danni beranggapan, berjalan sendirian dan meminta izin bergabung dalam obrolan masyarakat adalah sebuah cara yang bisa menjadikannya lebih akrab dan lebih dekat, sekaligus mengetahui apa saja keluh kesah mereka.

‘’Saya sudah lakukan hal begini sejak lama, saat Pemilihan Legislatif (Pileg) 2014 sudah begini, dengan sendirian, langsung berbaur dengan masyarakat, itu kebersamaan lebih terasa dan kita mendapat banyak ilmu baru,’’imbuh Danni.

Setiap berhenti di kumpulan masyarakat, Danni selalu meminta izin agar masyarakat meluangkan waktunya sebentar, ia kemudian menginformasikan bahwa dirinya adalah bakal calon Bupati meskipun mayoritas sudah tahu sosoknya dengan baik. Danni merupakan mantan ketua DPRD Nunukan periode 2014 – 2019 dan anggota DPRD Nunukan 2019 – 2023.

Danni menjelaskan, masyarakat Nunukan khususnya yang berusia sepuh tidak mengikuti perkembangan melalui sosial media, begitu pula para nelayan atau pekerja rumput laut, tentu saja sosialisasi virtual sangat tidak efektif, sehingga blusukan dan langsung berjumpa dengan warga masih menjadi pilihan dengan catatan tetap mematuhi protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19.

‘’Saya datangi warga yang berkumpul, saya minta waktu lima menit, yang saya katakan ke mereka hanyalah saya adalah bakal calon Bupati, mohon do’a restu, memberi tahu agar masyarakat menyalurkan suaranya di Pilkada 9 Desember, juga sedikit memberi arahan tentang protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19, hanya itu. Ini yang kami lakukan selama belum boleh berkampanye.’’katanya.

Sementara itu, bakal calon wakilnya, Muhammad Nasir sudah dinyatakan sembuh dari Covid-19 dari hasil swab test yang diterima pada 25 dan 26 September, Nasir juga dinyatakan lolos pemeriksaan kesehatan.

KPU Nunukan sudah melakukan verifikasi berkas, dan menjadwalkan pleno penetapan pasangan Danni – Nasir , pada 4 – 5 November 2020.

 

Tanggapan Bawaslu Nunukan.

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Nunukan Mochammad Yusran mengatakan, sosialisasi yang dilakukan oleh Danni Iskandar termasuk hal yang dibolehkan, dengan catatan, yang bersangkutan tidak membicarakan materi kampanye dan ajakan memilih.

Bapaslon memiliki hak bersosialisasi dengan siapapun sebagai warga Negara, sehingga blusukan dan silaturahmi yang dilakukan bukanlah hal yang dilarang atau termasuk dalam kampanye.

‘’Kita sudah berkirim surat agar menahan diri untuk berkampanye, tapi jika itu adalah sosialisasi dan tidak membicarakan materi kampanye, misalkan nomor urut dia berapa, meminta masyarakat mencoblosnya itu beda cerita, intinya sosialisasi itu sah-sah saja,’’tegas Yusran.

Ada dua pasangan calon yang akan berkontestasi di Pilkada Nunukan 2020.

Pertama adalah paslon petahana yaitu Asmin Laura – Hanafiah.

Mereka didukung Partai Hanura (7 kursi), Golkar (2 kursi), PDIP (2 kursi), Gerindra, Nasdem, Perindo, masing-masing 1 kursi dan partai non parlemen di Nunukan yaitu PKB dan Gelora.

Pasangan calon penantang petahana adalah Danni Iskandar – Muhammad Nasir yang merupakan calon dari legislatif.

Danni Iskandar masih aktif sebagai anggota DPRD Nunukan dari partai Demokrat.

Sedangkan calon wakilnya, merupakan anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara dari PKS yang juga masih aktif.

Keduanya didukung oleh Demokrat (5 kursi), PKS (4 kursi), PBB dan PPP, masing masing 1 kursi. Mereka juga didukung partai non parlemen yaitu PKPI dan PAN.(mk).

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top