Danni – Nasir ‘Cetak’ Dokter dari Setiap Kecamatan

NUNUKAN, SWARAKALTARA.COM – Haji Danni Iskandar akan memberikan kesempatan kepada putra putri Kabupaten Nunukan dari setiap kecamatan, untuk menjadi dokter umum maupun dokter gigi. Hal ini menjadi komitmennya dibidang kesehatan, jika kelak dipercaya rakyat memimpin Kabupaten Nunukan bersama politikus Partai Keadilan Sejahtera, Muhammad Nasir.

Danni beralasan, upaya ini harus dilakukan agar setelah disekolahkan oleh pemerintah daerah, mereka kembali ke tempat asalnya masing-masing untuk mengabdi.

“Tidak gampang mencari dokter yang mau bertugas di Kabupaten Nunukan. Kalaupun kita mendapatkan bantuan tenaga medis, mereka hanya bertugas tiga bulan atau setahun, kembali lagi. Berbeda kalau dokternya putra putri Nunukan, mereka akan pulang ke rumahnya dan mengabdi di tempat asalnya masing-masing,” ujar mantan Ketua DPRD Kabupaten Nunukan ini, Rabu (25/11/2020)

Upaya yang dilakukan ini tidak lepas dari kekurangan tenaga medis di Kabupaten Nunukan. Data Pemerintah Kabupaten Nunukan menunjukkan makin tingginya kesenjangan antara jumlah tenaga medis dengan jumlah penduduk yang tergambar dari peningkatan rasio tenaga medis persatuan penduduk dari tahun 2017 yang mencapai 1 : 3.000 menjadi 1 : 10.055 pada tahun 2018 dan menjadi 1 : 11.166 pada 2019. Padahal menurut WHO, harusnya perbandingan antara tenaga medis dan penduduk yaitu 1: 2.500 jiwa.

Selain menyekolahkan putra putri Nunukan, sebagai langkah cepat mengatasi kekurangan tenaga medis, Danni – Nasir akan bekerjasama dengan sejumlah perguruan tinggi untuk mengirimkan dokter-dokter baru ke puskesmas-puskesmas di Kabupaten Nunukan.

“Yang menjadi harapan kami, pelayanan kesehatan harus menjangkau sampai ke seluruh desa,” ujarnya.

Pihaknya juga akan menyekolahkan seluruh dokter umum dan dokter gigi untuk menempuh pendidikan spesialis.

“Kami berharap tidak ada lagi kekurangan spesialis. Apalagi kita sudah punya beberapa rumah sakit pratama, tetapi belum dilengkapi dengan spesialis,” ujarnya.

Pelayanan kesehatan masih menjadi persoalan di Kabupaten Nunukan.  Indikatornya, masih ditemukan 0,09 persen kasus balita gizi buruk pada 2019 dan peningkatan kasus balita gizi kurang dari 5 persen pada 2018 menjadi 17 persen pada 2019.

Selain itu peningkatan angka kematian ibu melahirkan/100.000 kelahiran hidup yang melonjak tajam dari 24 pada 2018 menjadi 200 pada 2019.

Angka kematian bayi per 1.000 kelahiran hidup juga meningkat dari 5,1 pada tahun 2018 menjadi 5,79 pada 2019.

Nantinya, Danni – Nasir akan melibatkan warga ditingkat rukun tetangga bekerjasama dengan instansi terkait untuk ikut meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Sehingga upaya-upaya ini bisa mengurangi kematian bayi baru lahir, mengurangi kematian ibu melahirkan termasuk mengurangi kasus balita gizi buruk dan gizi kurang.

Sementara itu disektor pendidikan, rukun tetangga nantinya akan terlibat memajukan literasi serta berperan mengurangi angka anak putus sekolah.

“Tidak hanya kesehatan, pendidikan kita juga harus dibenahi. IPM kita terendah di Kalimantan Utara, ini akan memacu kami untuk bekerja keras meningkatkan pelayanan kesehatan, pendidikan dan mempercepat perbaikan ekonomi di daerah,” ujar calon yang diusung Partai Demokrat, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Persatuan Pembangunan dan Partai Bulan Bintang serta didukung PKPI dan Partai Amanat Nasional ini.(mk).

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top