Debat Kandidat Pilkada Nunukan, Digelar Sederhana Karena Keterbatasan Anggaran

NUNUKAN, SWARAKALTARA.COM – Program debat kandidat di kabupaten Nunukan Kalimantan Utara minim anggaran dan dikatakan sebagai acara debat paling minimalis di Kaltara.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nunukan Rahman mengatakan, anggaran debat kandidat Kepala Daerah akan berlangsung sederhana karena KPU harus mempertimbangkan alokasi anggaran yang ada.

‘’Anggaran debat paling sekitar Rp.200 juta, itu kenapa Nunukan hanya sekali debat sementara kabupaten lain di Kaltara lebih sekali,’’ujarnya, Kamis (5/11/2020).

Rahman menjelaskan, secara pagu anggaran, kabupaten Nunukan menerima jatah terbesar sekitar Rp.28 miliar, namun anggaran tersebut tersedot ke pembayaran petugas add hock KPU Nunukan yang dikatakan paling banyak di Kaltara.

Di kabupaten Nunukan ada sekitar 6000 petugas ad hock, untuk 21 kecamatan 240 desa dan kelurahan dan tersebar pada 541 TPS, dimana setiap 1 TPSnya bertugas 9 orang add hock.

‘’Untuk honor add hock kita saja lebih Rp.20 miliar, sehingga kita lakukan efisiensi, revisi anggaran dan kita hanya bisa alokasikan tidak lebih dari Rp. 200 juta,’’jelasnya.

Debat kandidat dijadwalkan berlangsung pada 22 November 2020 di Gedung Olah Raga (GOR) Sei Sembilang Nunukan Selatan. Terbatasnya anggaran, KPU Nunukan bahkan hanya mengandalkan siaran online di sosial media, radio dan tv kabel.

‘’Jadi kita akan lakukan sesuai kemampuan, kalau di KPU kabupaten lain disiarkan di tv nasional itu butuh sekitar Rp.500 juta, kendala ini sudah kami sampaikan ke pemerintah dan KPU Provinsi Kaltara,’’tegasnya.

Adapun tema debat sebagaimana dijelaskan dalam Peraturan KPU Nomor 11 tahun 2020, yaitu : Meningkatkan kesejahteraan rakyat, memajukan daerah, meningkatan pelayanan kepada masyarakat, menyelesaikan persoalan daerah, menyerasikan pelaksanaan pembangunan daerah dengan provinsi dan nasional serta Memperkokoh NKRI dan kebangsaan.

Durasi debat dijatah 120 menit, selama 30 menit pertama para kandidat akan memiliki waktu untuk beriklan dan menjabarkan program atau visi misi secara ringkas, 60 menit berikutnya adu argumentasi berlangsung.

Panelis atau moderator akan didatangkan dari luar Kalimantan Utara. Saat ini KPU Nunukan masih melakukan pemantauan sosok akademisi yang bisa membuat suasana debat menarik dan inovatif.(ku).

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top