GBN, Pedagang Klontong : Kami Hanya Sekadar Bertahan Hidup

JAKARTA, SWARAKALTARA.COM – Sampai sekarang, masyarakat kaum marginal di Indonesia belum mampu beraktifitas dagang dengan keuntungan seperti sediakala. Sejak pandemi Covid-19 melanda negeri ini, para pedagang kecil seperti warung klontong mengalami penurunan drastis omzet penjualan dagangannya. Mereka mengaku pasrah dan apa yang dilakukan sekarang hanya sekadar untuk bertahan hidup.

“Jualan disini sebelum wabah corona rata-rata dapat Rp 800.000 dengan keuntungan Rp 200.000 per hari. Saat ini sangat menurun sekali. Untuk cukup buat makan saja jarang sekali dapatnya. Mudah-mudahan wabah Corona ini segera berakhir dan kondisi bisa pulih kembali,” tutur P. Karyam (69 tahun), asli Jawa Tengah, pedagang rokok dan minuman di samping Kantor Kadin Indonesia, Jl HOS Cokroaminoto, Jakarta. Ia mengaku sudah berpuluh-puluh tahun berjualan kepada Presiden Gumregah Bakti Nusantara (GBN) dr. Ali Mahsun Atmo MBiomed, Selasa Siang (3/11).

Presiden GBN ini mengajak pedagang klontong seperti pak Karyam ini selalu berpikir optimitis ditengah kondisi perekonomian yang belum menguntungkan.”Pak Karyam tetap sehat, semangat dan optimis njih. Tetap berjualan mengail rezeki halal untuk kebutuhan keluarga walau ditengah kondisi serba sulit dan terbatas saat ini. InsyaAllah semua ini segera usai dan kembali ke sediakala atas kehendak dan ridho Tuhan YME, Allah SWT. Mari kita jalani tapakan hidup ini untuk bangkit bersama-sama,” ujar Ali Mahsun Atmo.

Mengenai keluhan pedagang Klontong tersebut, Ali Mahsun Atmo mengatakan, InsyaAllah Gumregah Bakti Nusantara bersama elemen bangsa lain termasuk Kadin Indonesia selalu mendampingi pelaku ekonomi rakyat kecil (UMKM). Hal ini sematar agar usaha, pekerjaan dan ekonominya mampu maju, berkembang dan unggul, hidupnya sejahtera secara berleadilan.

“Sing penting keluarga isik iso mangan lan arek-arek isik biso sekolah njih pak (yang penting keluarga masih bisa makan dan anak-anak bisa sekolah ya pak). Dan ke depan jauh lebih baik dari hari ini,” tutur Presiden GBN dr. Ali Mahsun ATMO kepada Pak Karyam pada kesempatan yang sama.

Ketika sedang mengambil foto salah satu pedagang klontong ini, Karyam mengatakan,”Untuk apa di foto ya?”Pak Karyam menegur sambil melihat baju seragam Presiden GBN. “Kagem kenang-kenangan dalem nate tumbas ning warunge Pak Karyam, lan niki kagem nambah rezeki sampean njih (Untuk kenang-kenangan kami pernah membeli diwarung Pak Karyam, dan ini untuk menambah rezeki Bapak ya),” jawab Ali Mahsun Atmo, yang juga mantan penjual krupuk asli Mojokerto Jawa Timur.

Menurut pengamatan, Ali Mahsun Atmo mengaku ada puluhan juta di negeri ini pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) atau ekonomi rakyat mengalami nasib yang sama dengan Pak Karyam, omzetnya anjlok dratis bahkan gulung tikar. “GBN selalu mendampingi mereka untuk mampu bangkit sehingga usaha, pekerjaan dan ekonominya dapat maju dan berkembang kembali, serta mampu hidup dengan sandang pangan papan terpenuhi secara berkeadilan,” tegas Ali Mahsun Atmo.(*).

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top