Perang Opini di Akhir Debat, Antara Pesan Hati Hati Dengan Janji Politik dan Alasan Devisit

DEBAT PUBLIK PILKADA NUNUKAN 2020

NUNUKAN, SWARAKALTARA.COM – Debat Kandidat Paslon Kepala Daerah Nunukan 2020 di Gedung Olah Raga (GOR) Sei Sembilang Nunukan Selatan ditutup dengan perang opini yang terlontar dari closing statemen.

Debat dengan tema ‘Nunukan yang makmur dan bermartabat sebagai beranda NKRI’ di kabupaten Nunukan dipandu Dosen Fisipol UGM Karim Abdul Gaffar terpaksa dilakukan hanya sekali karena keterbatasan anggaran KPU Nunukan. Debat bahkan hanya disiarkan live di media socsal KPU, TV kabel dan radio.

Paslon AMANAH yang merupakan nomor urut 1 mengawali closing statemennya.

‘’Kepada seluruh masyarakat kabupaten Nunukan yang kami cintai dan kami banggakan dan hadirin sekalian yang berbahagia, hampir tidak ada alasan bagi kita untuk tidak melanjutkan pemerintahan saat ini, terpenting di tengah defisit anggaran pemerintah daerah kami mampu mewujudkan pembangunan di segala sektor dan puluhan penghargaan berhasil kita raih dari kementrian dan lembaga, ini sebagai bukti dan bentuk komitmen dari Pemerintah Daerah di dalam menjalankan pemerintahan yang baik, professional dan akuntabel.

Perlu saya ingatkan kepada masyarakat kabupaten Nunukan untuk berhati-hati terhadap janji-janji politik yang belum tentu dapat direalisasikan, bahkan berpotensi menambah masalah baru bagi daerah kita, kita masyarakat Nunukan tidak membutuhkan janji, tapi kita membutuhkan kerja nyata, maka dari itu kami mengajak seluruh masyarakat Nunukan yang mempunyai hak suara pada tanggal 9 desember 2020 datang ke TPS untuk mencoblos nomor urut 1, Nunukan adalah daerah heterogen dan menjadi rumah bagi semua agama, suku dan golongan, dengan semangat Penekindi Debaya, mari kita bersama-sama membangun daerah untuk mewujudkan kabupaten Nunukan yang aman, maju, adil dan sejahtera, pasangan AMANAH, menang menang menang!!! Mari menjalani Pilkada dengan damai dengan tetap memilih pemimpin yang amanah.’’ucap Paslon AMANAH.

Paslon DAMAI juga memberikan closing statemen tidak kalah menggelora.

Assalamualaikum Warohmatullohi Wabarokatuh, salam damai untuk kita semua, pemilihan kepala daerah kabupaten Nunukan tahun 2020 tak hanya soal kompetisi, Nunukan adalah tentang 209.220 jiwa, Nunukan adalah tentang keberagaman penduduk, Nunukan adalah soal 21 kecamatan, 240 kelurahan dan desa, serta 769 RT yang kesemuanya membutuhkan pembangunan merata dan berkeadilan. Kami telah berkeliling di 18 kecamatan dan lebih dari 100 desa untuk menyapa dan mendengarkan seluruh aspirasi kebutuhan masyarakat kabupaten Nunukan yang menginginkan perubahan, perubahan oleh pemimpin baru yang mau turun tangan dan berinovasi, pemimpin yang mau berkolaborasi dan mencintai rakyatnya. Berbagai cerita kekecewaan akan janji politik yang tidak dilaksanakan adalah beban moral bagi kami, karena proses demokrasi adalah warisan sejarah. Pasti warga Nunukan mengingat dan mencatat segala janji yang tidak dilaksanakan, dengan ini kami pasangan Danni Iskandar bersama Muhammad Nasir mengajak kepada seluruh masyrakat kabupaten Nunukan mari kita ukir sejarah baru untuk Nunukan baru, mari kita wujudkan pilkada Damai untuk kabupaten Nunukan yang kita cintai ini, pastikan 9 desember 2020 bapak ibu saudara saudariku melangkah ke TPS untuk memilih nomor urut 2.’’kata Paslon DAMAI.

Statemen ditutup dengan pantun yang disampaikan oleh Danni dan Nasir.

Memancing ikan diatas sampan,

Bagi ke teman walaupun sedikit

Apalah arti segudang penghargaan

Jika selalu teriak devisit.

 

Sampan tenggelam gantilah rakit

Terombang ambing di laut biru

Bersama kita entaskan devisit

Menangkan Damai Nunukan baru.’’tutup Paslon DAMAI.(mk).

swarakaltara

swarakaltara.com portal media online kaltara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *