Batui, Daerah Bersejarah Terusik Tambang

BATUI, SWARAKALATARA.COM–Batui adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Banggai. Sebagian besar masyarakat di sana bekerja sebagai petani dan nelayan. Batui juga masih memiliki adat budaya yang  cukup kental dan masih di jalankan sampai hari ini. Tumpe dan monsawe adalah salah satunya. Bukan hanya adat budaya, Batui juga punya banyak situs budaya yang memiliki histori bernilai tinggi. Di terdapat Benteng Makuni, benteng kota, makam-makam leluhur, dan 8 kampumg bersejarah seperti Umunsun, Bajinjin, Koi, Konau dan lainnya.

Sejak tahun 2008 silam, Kecamatan Batui dimasuki industri pertambangan migas   PT. LNG yang merupakan blok minyak dan gas milik Medco Grup. Perusahaan ini bekerjasama dengan pertamina mengeksploitasi sumber daya alam di Batui.  Selain perusahaan raksasa tersebut, terdapat juga PT Sawindo Cemerlang yang sudah beroperasi membongkar dan menghabisi lahan masyarakat Batui berbarengan dengan masuknya industri tambang.

Keberadaan perusahaan-perusahaan tersebut telah memberi dampak buruk pada lingkungan. Gempar,  salah satu forum pemerhati lingkungan yang selama ini aktif dalam melakukan advokasi tambang menilai dampak buruk tersebut sangat memprihatinkan. Aulia Fikran Hakim “Sangat memprihatinkan jika  melihat situasi lapangan hari ini, masyarakat Batui hanya merasakan dampak buruk dari pengelolaan sumber daya alam di di sana. Bagaimana tidak masyarakat Batui masih saja dibebani dengan pembayaran iuran gas rumahan yang tinggi sekali. Masyarakat Batui dicemari lingkunganya karna limbah B3 yang  diduga berasal dari aktivitas  PT Sawindo  yang telah mencemari sungai. Ini menjadi renungan masyarakat batui hingga saat ini,” ungkapnya melalui siaran pers yang diterima  Swarakaltara.com, Minggu (27/12) kemarin.

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top