Jelang Perayaan Natal & Tahun Baru, Wabup Malinau : Jangan Buat Pesta yang Berlebihan

MALINAU, SWARAKALTARA.COM – Sambut libur Natal dan Tahun Baru 2021, Pemerintah Daerah Kabupaten Malinau terus mengimbau seluruh masyarakat agar disiplin protokol kesehatan Covid-19.

Mengingat pandemi Covid-19 di Kabupaten Malinau belum usai bahkan terus terjadi penambahan kasus positif baru.

Wakil Bupati Malinau, Topan Amrullah mengatakan, karna kita masih mengalami pandemi Covid-19 dan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Malinau berjumlah 62 orang.

“Artinya fluktuatif nya sangat tinggi karna sudah terjadi transmisi lokal,” ujar nya saat wawancara. Senin (21/12/20).

Bahkan Topan Amrullah menyebutkan Covid-19 telah menyebar di masyarakat dan banyak muncul kluster keluarga.

“Kita tidak ingin muncul kluster Natal & Tahun Baru setelah adanya kluster keluarga terkait penyebaran Covid-19,” tegas nya.

Ia berharap kepada masyarakat khususnya di Kabupaten Malinau yang akan merayakan Natal dan Tahun Baru agar tetap patuhi protokol kesehatan Covid-19.

“Untuk malam pergantian tahun, saya harap masyarakat tidak membuat pesta-pesta yang berlebihan apalagi menimbulkan kerumunan,” tutur nya.

Karna menurutnya kegiatan ini sangat rawan penyebaran Covid-19.

Topan Amrullah menambahkan, terkait meningkatnya kasus positif Covid-19 di Malinau, Pemerintah Daerah menerapkan isolasi parsial untuk pencegahan dan bahkan Pemda akan memberlakukan kembali jam malam.

“Kami ada niatan untuk kembali berlakukan jam malam, sasaran nya ialah pelaku UMKM seperti rumah makan atau cafe,” ucap nya.

Kebijakan ini di ambil untuk menjaga kondusifitas masyarakat Malinau agar penyebaran Covid-19 bisa dikendalikan dan Malinau dapat menuju zona hijau.

“Jika kita masuk zona hijau, kita jadi tidak takut dan ragu dalam beraktivitas. tapi dengan peningkatan kasus saat ini pasti itu membuat kita was-was,” pungkas nya.(nu).

swarakaltara

swarakaltara.com portal media online kaltara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *