Ketua Poros Keadilan Rakyat Kecil (PKR) Meninggal dalam Kecelakaan Sriwijaya Air

MALINAU, SWARAKALTARA.COM–Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 rute Jakarta-Pontianak jatuh di perairan sekitar Pulau Lancang dan Pulau Laki, Kepulauan Seribu, Utara Jakarta, pukul 14.00 WIB, Sabtu (9/1).

Musibah tersebut menorehkan duka bagi seluruh bangsa. Menambah catatan kelam korban kecelakaan pesawat terbang di negeri ini.

Dari 62 penumpang yang menjadi korban, salah satunya adalah Mulyadi P. Tamsir, Pendiri Ormas Poros Keadilan Rakyat Kecil (PKR) Indonesia yang juga mantan Ketua Umum PB HMI 2015-2017.

Ali Muhson Atmo, Ketua Umum Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) serta Ketua Gumregah Bakti Nusantara menyampaikan informasi duka tersebut pada media ini.

“Inalillahi. Insya Allah, almarhum  meendapat kemuliaan disisi-Nya.  Dia orang baik dan saya jadi saksinya. Dia punya cita-cita besar dan mulia, Insya Allah akan terus terkumandangkan dan tak akan pernah padam,” ungkap Ali Muson Atmo.

Dari berbagai sumber  informasi yang dihimpun,  Pesawat Sriwijaya Air nomor register PK-CLC dengan nomor penerbangan SJ-182 dengan rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pada Sabtu (9/1) pukul 14.40 WIB dan jatuh di perairan Kepulauan Seribu di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki.

Pesawat jenis Boeing 737-500 itu hilang kontak pada posisi 11 nautical mile di utara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang setelah melewati ketinggian 11.000 kaki dan pada saat menambah ketinggian di 13.000 kaki. Pesawat lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta pukul 14.36 WIB.

Berdasarkan data manifest, pesawat yang diproduksi tahun 1994 itu membawa 62 orang terdiri atas 50 penumpang dan 12 orang kru.

Dari jumlah tersebut, 40 orang dewasa, tujuh anak-anak, tiga bayi. Sedangkan 12 kru terdiri atas, 6 kru aktif dan 6 kru ekstra.

Penulis : Shd dari berbagai sumber

Penyunting : Yunu WH

 

swarakaltara

swarakaltara.com portal media online kaltara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *