PLTU Malinau, Kapan Beroperasi?

MALINAU, SWARAKALTARA.COM–Janji PLN dalam hal  pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dipertanyakan banyak pihak. Pasalnya, sejak dibangun pada Maret 2011 lalu hingga 2020 janji tersebut selalu meleset. Dalam waktu 10 tahun selama proyek bernilai Rp150 miliar lebih itu dikerjakan, PLN maupun Konsorsium PT PAK dan Waskita sebagai pelaksana pekerjaan beberapa kali menjanjikan waktu pengoperasian PLTU yang berlokasi di Desa Kelapis Kecamatan Malinau Utara tersebut.

Janji pertama disampaikan pihak PLN beroperasi pada tahun 2012. Janji tersebut tidak terbukti dan dijanjikan kembali tahun 2014. Pada tahun 2014 yang terjadi malah mangkrak pada tahap 55,69 persen. Kemudian dilanjutkan kembali disertai janji rampung dan beroperasi pada 2018, dan 2019 silam.

Dikutip dari laman berita  Tempo.Co pada 7 Juli 2020, pihak PLN melalui General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur, Muhammad  Ramadhansyah menjanjikan PLTU tersebut rampung akhir 2020 kemarin. Setelah rampung akhir 2020 maka akan segera beroperasi dan dengan beroperasi PLN Malinau khususnya akan memperoleh keringanan beban operasional yang nilainya Rp4,9 miliar setiap bulan.

Pengamat Pembangunan Perbatasan Kaltara, Machmud Bali berharap agar kali ini PLN mewujudkan janji tersebut dengan mengoperasikan PLTU tersebut hingga mengalirkan listrik kenmasyarakat. Ia menilai waktu 10 tahun sudah cukup untuk menyelesaikan proyek tersebut dan segera mengoperasikannya.

“Mereka punya tanggung jawab pada negara dan masyarakat. Sekarang, buktikan janji-janji yang pernah mereka sampaikan,” ungkapnya, Kamis (6/1).

Selain soal tanggung jawab pada negara dan masyarakat, percepatan pengoperasian PLTU Kelapis juga mendesak agar PLN segera terbebas dari kewajiban menanggung beban operasional yang sangat besar. “Coba saja dipikir. Sekarang PLN berarti kan harus menanggung beban lebih Rp4,9 miliar perbulan. Karena PLN Malinau masih pakai PLTD. Satu tahun berarti Rp58 miliar lebih. Lalu hitung ke belakang. Karena molor 3 tahun saja jumlah beban operasional PLN sudah setara kan dengan nilai proyek PLTU,” ungkap Machmud Bali.

PLTU Malinau merupakan bagian dari proyek listrik di daerah terpencil. PLT tersebut menjadi salah satu dari 34 proyek mangkrak yang sempat disinggung Presiden Joko Widodo tahun 2016 lalu. PLTU Malinau dibangun dengan kemampuan manghasilkan daya sebesar 2×3 MW. Akan menggantikan PLTD Malinau yang saat ini menjadi sumber listrik masyarakat Kabupaten Malinau dan sebagian wilayah Kabupaten Nunukan.

Manajemen Waskita enggan berbicara mengenai proyek tersebut dan mempersilahkan media ini mengkonfirmasi kepada pihak PLN. Sementara pihak PLN belum merespon permintaan informasi terkait dengan hal di atas dari media ini. (nu)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top