Rumah Gubuknya Ludes Terbakar, Manula Stress Ini Teriak Rugi 1 Miliar ke Petugas Pemadam Kebakaran

NUNUKAN, SWARAKALTARA.COM – Sebuah rumah berukuran sekitar 3 x 4 meter di jalan Pembangunan Nunukan Kalimantan Utara ludes terbakar.

Diketahui rumah berstruktur kayu dan beratap seng tersebut milik Sassu, Manula yang dikenal sebagai orang stress di lokasi tersebut.

Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Nunukan Muhammad Firnanda menuturkan, Sassu terlihat biasa saja melihat rumahnya musnah terbakar, Sassu justru antusias bercerita kronologis kejadian begitu petugas Pemadam Kebakaran datang ke lokasi.

‘’Dia datangi saya begitu saya ke lokasi kebakaran, memang dia dikenal stress oleh masyarakat situ, begitu mendekat, dia teriak kalau dia rugi satu miliar karena rumahnya habis jadi abu,’’ujar Firnanda, Jumat (01/01/2021).

Dalam rumah tersebut, banyak tersimpan barang barang bekas juga botol botol bekas air mineral. Diduga dari hasil menjual barang rongsokan tersebut Sassu bertahan hidup.
Meski stress, Sassu dikatakan Firnanda selalu tampil necis, layaknya orang waras, Sassu juga yang antusias mengajukan diri untuk menjawab semua yang ditanyakan petugas Pemadam saat menelusuri penyebab kebakaran.

Firnanda mengatakan, tidak ada yang tahu pasti bagaimana kebakaran terjadi, namun dari penuturan Sassu, ia tengah memasak air dan pergi mencari kayu bakar untuk persiapan memasak lainnya.

Saat itulah api menyambar dengan cepat dan berkobar, sehingga tidak menyisakan apapun dari rumah yang ditinggali Sassu.

‘’Pengakuan dia begitu, kalau kronologis pastinya kita tidak tahu, laporan masuk ke kantor juga dijelaskan api sudah membumbung tinggi, itu saja,’’lanjutnya.

Terpisah, dikonfirmasi terkait kondisi Sassu, Ketua RT.10 Nunukan Barat Sapri mengakui bahwa Sassu mengalami gangguan kejiwaan.
Sassu sering terlihat warga sekitar berbicara sendiri dengan suara keras, lalu tertawa tanpa sebab.

‘’Memang kondisinya stress, dia tinggal sendirian di rumah itu, dia juga kerjanya jalan saja gak tahu kemana, dan kadang kadang saja ada di rumah itu,’’katanya.
Menurut Sapri, rumah yang ditinggali Sassu merupakan bekas kandang kambing, keluarga Sassu lalu membersihkannya dan memberikan rumah tersebut untuk Sassu yang mengalami gangguan kejiwaan. Saat ditanya apa penyebab rumah Sassu terbakar, Sapri juga mengaku tidak tahu pasti.

‘’Saat kejadian kan pas waktu sholat jumat, kebetulan saya imam di masjid sini, jadi tidak bisa tinggalkan tempat, tidak tahu juga kenapa terbakar,’’katanya.

Senada dengan penjelasan Sapri, Suwarno selaku tetangga Sassu menuturkan jika orang tua tersebut memang kurang waras.

‘’Kalau masalah kurang waras memang benar, dan kita juga tidak ada yang tahu apakah rumahnya itu dibakar sendiri atau bagaimana, tahu tahu sudah ludes terbakar setelah selesai Sholat Jumat,’’katanya.(viq).

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top