Polres Malinau Selidiki Dugaan Pencemaran Lingkungan Limbah KPUC di Sungai Malinau

MALINAU, SWARAKALTARA.COM – Kepolisian Resor (Polres) Malinau kini mulai melakukan penyelidikan terkait dugaan pencemaran limbah dari perusahaan tambang batubara PT KPUC yang mencemari Sungai Malinau.

Kapolres Malinau, AKBP Agus Nugraha mengatakan, jajarannya saat ini telah melakukan penyelidikan dan telah membentuk tim untuk menanganinya.

“Dalam proses penyelidikan akan kita cari tahu, apakah ada kesalahan atau kelalaian dalam pengolahan limbah atau murni insiden,” ujar nya kepada Swarakaltara.com, Kamis (11/2/21).

AKBP Agus Nugraha menerangkan, pihaknya juga berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk bersama-sama menyelidiki insiden jebolnya tanggul penampungan limbah tersebut.

“Pihak perusahaan telah kami mintai keterangan, dokumen-dokumennya juga telah kita periksa dan sekarang masih berproses,” terangnya.

Untuk penyebab pencemaran dari limbah tersebut pihak Polres Malinau belum bisa menyimpulkan karna masih dalam proses penyelidikan.

“Intinya proses penyelidikan masih berjalan, tim juga menguji sampel air dan melakukan olah TKP memeriksa tanggulnya serta jajaran Polda pun sudah turun ke lokasi,” imbuhnya.

AKBP Agus Nugraha mengungkapkan pihaknya akan mendalami  persoalantersebut dan kemudian dilakukan langkah-langkah terkait penyelesaiannya.

Namun, apabila nanti dalam proses penyelidikan tersebut ditemukan bukti sampel air yang di uji terdapat kerusakan lingkungan atau pencemaran akibat limbah, Kapolres menekankan akan mengambil tindakan tegas sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku terkait lingkungan.

“Kita akan lakukan pendalaman terkait mekanisme pengolahan limbahnya sudah sesuai atau tidak dan jika ditemukan kesengajaan akan dilakukan upaya hukum” ujarnya.

AKBP Agus Nugraha juga mendorong pihak KPUC untuk segera mengambil langkah perbaikan lingkungan dan penyelesaian khususnya untuk masyarakat.

Reporter: Abdul Gani

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top