Reses, Anggota DPRD Kaltara, Hendri Tuwi Tampung Usulan Warga 2 Desa

MALINAU, SWARAKALTARA.COM—Anggota Komisi III DPRD Kaltara, Hendri Tuwi, Sabtu (27/2) menggelar pertemuan dengan para tokoh masyarakat Desa Kualalapang dan Tanjung Lapang, Kecamatan Malinau Barat. Pertemuan tersebut merupakan bagian dari kegiatan reses Hendri Tuwi di Kabupaten Malinau. Beberapa waktu sebelumnya, kegiatan serupa dilakukan Hendri Tuwi di Desa Setulang Kecamatan Malinau Selatan Hilir. Pertemuan dengan para tokoh masyarakat Desa Kualalapang dan Tanjung Lapang dilaksanakan di Warung Kopi A2 Kualalapang.

“Tujuan kita ada di sini bersilaturahmi. Saya sebagai wakil masyarakat Malinau di lembaga legislative Kaltara mempunyai kewajiban untuk membantu menyampaikan aspirasi masyarakat pada pemerintah.  Saya mengajak kita di sini untuk bertukar pikiran menyampaikan saran, masukan, dan usulan untuk pemimpin baru. Tugas saya menyampaikan itu sebagai bahan untuk merumuskan program pembangunan pada tahun mendatang,” ungkap Hendri Tuwi di hadapan warga.

Ada berbagai usulan yang disampaikan warga untuk pemerintah Provinsi Kaltara melalui politisi Partai Demokrta ini. Antara lain, disampaikan oleh Heberth Anderias, tokoh masyarakat Kualalapang. Hebert menyampaikan harapannya agar pemerintah baru lebih fokus dan memaksimalkan perhatian pada percepatan pembangunan infrastruktur terutama jalan. Di Malinau ada beberapa jalan provinsi yang perlu mendapat sentuhan serius Pemprov Kaltara. Sebut misalnya Jalan Simpang Sempayang-Malinau Selatan Hilir dan sekitarnya. Lalu Jalan menuju Setulang.

“Itu merupakan jalan strategis yang sangat berdampak pada masyarakat. Peningkatan pembangunannya diharapkan lebih fokus,” ungkap Hebert.

Selain infrastruktur, aspirasi terkait dengan pengembangan sumber daya manusia pun disampaikan warga. Ny Rosnayanti, tokoh perempuan, warga Desa Tanjung Lapang, dalam forum tersebut menyampaikan agar ke depan Pemprov Kaltara memberi perhatian khusus pada guru-guru agama secara khusus lagi pada guru-guru agama yang selain mendidik di sekolah formal juga mendidik di lembaga non formal.  Misalnya lembaga pendidikan agama dan Al Quran untuk kaum muslim atau sekola-sekolah Minggu untuk kaum Nasrani serta lembaga informal agama lainnya.

(sk/1)

 

 

swarakaltara

swarakaltara.com portal media online kaltara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.