RKPD 2022, Pemkab Akan Lakukan Penguatan Pertanian

MALINAU, SWARAKALTARA.COM – Plt.Bupati Malinau, Topan Amrullah mengatakan, Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Malinau tetap menyesuaikan dengan visi-misi dari Bupati dan Wakil Bupati terpilih periode 2021-2024.

Hal itu disampaikan Topan Amrullah saat mengikuti kegiatan Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD Malinau Tahun 2022 di Ruang Tebengang, Pemda Malinau, Senin (22/2/21).

Topan Amrullah menyebutkan, Konsultasi Publik bertujuan untuk dapat menyerap masukan-masukan dan pendapat dari masyarakat secara luas untuk bahan acuan Pemerintah Daerah.

“Sehingga dalam pelaksanaan pembangunan di tahun 2022, dapat sesuai dengan harapan masyarakat dan tentu menyesuaikan dengan visi misi pemimpin yang baru,” ujar Topan.

Topan Amrullah juga menyoroti naiknya angka kemiskinan dan tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Malinau tahun 2020 karna dampak pandemi Covid-19.

“Di tahun 2022, tentu dengan banyaknya masukan yang disampaikan lewat konsultasi publik tadi, penekanannya bahwa luas wilayah, sektor pertanian, kehutanan dan perikanan dalam arti luas harus segera ditingkatkan. Sehingga Malinau tidak bergantung lagi pada sektor pertambangan sebagai sektor ekonomi Malinau,” jelas Topan.

Menurut Topan, jangka waktu produksi sektor pertambangan sekitar 5 atau 6 tahun lagi akan selesai, beberapa perusahaan tidak lagi melakukan eksplorasi dan eksploitasi sumber daya mineralnya.

“Artinya mulai dari sekarang, kita harus memfokuskan pembangunan kita dan tidak lagi bergantung pada sektor pertambangan,” tutur Topan.

Kedepan, tambah Topan, kita tidak ingin setelah selesainya produksi di sektor pertambangan ekonomi kita turun drastis.

Untuk itu, kita harapkan rancangan awal RKPD tahun 2022, penguatannya harus betul-betul fokus pada pengembangan sektor pertanian sesuai dengan kondisi sumber daya alam kita.

Ia melanjutkan, untuk keseluruhan tentu sektor pertanian belum dapat diandalkan, namun kita ada sektor perdagangan atau UMKM dan itu akan kita kembangkan juga sehingga dapat bersinergi.

“Jika dua sektor ini meningkat, maka bisa dipastikan sektor konstruksi atau pembangunan juga akan meningkat, karna masyarakat punya daya beli yang cukup untuk membangun,” imbuhnya.

Terakhir, Topan berharap di pada pelaksanaannya RKPD tahun 2022, kondisi pandemi Covid-19 dapat menurun secara signifikan, sehingga pemerintah pusat dapat melakukan pembangunan infrastruktur di semua lini kehidupan masyarakat termasuk didaerah.

Reporter Abdul Gani

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top