Rumah Ludes Terbakar, Uang Rp. 100 Juta Hasil Panen Sawit Musnah

NUNUKAN, SWARAKALTARA.COM– Api membakar rumah kayu berukuran sekitar 8 x15 meter milik Juddin (60) dan Muna (56) warga desa Tembaring pulau Sebatik Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara, Sabtu (13/2/) sekitar pukul 08.45 wita.
Api menjalar sangat cepat, sehingga tidak ada satupun barang yang bisa diselamatkan dari rumah tersebut.

Menung, salah satu kerabat korban menuturkan, saat kejadian, pemilik rumah sudah pergi bekerja. Juddin kerja di kebun, sementara Muna bekerja sebagai buruh ikat rumput laut.
‘’Yang pertama lihat kebakaran itu warga yang lewat situ, jarak rumah dengan tetangga sekitar 300an meter, saat itu, api sudah besar dan susah dipadamkan,’’tutur Menung.


Pemilik rumah bahkan tidak tahu jika rumahnya terbakar, mereka baru tahu ketika ada masyarakat yang mengabarkan musibah itu.
‘’Jadi yang tersisa tinggal baju melekat di badan saja itu, tidak ditahu juga apa sebab kebakaran oleh mereka, sekarang mereka tinggal dengan anaknya di desa lain,’’katanya.

Uang tabungan hasil penjulan sawit ludes terbakar

Komandan Pos Pemadam Kebakaran Sebatik Barat, Basir mengatakan, seluruh barang dalam rumah tersebut tidak ada yang bisa diselamatkan, bahkan uang hasil penjualan buah sawit yang dilaporkan hampir Rp.100 juta ikut terbakar.
‘’Anak anak korban juga menyesalkan kenapa kedua orang tua mereka tidak pernah menyimpan uangnya di Bank, jadi menurut laporan korban, ada uang dia simpan dalam kompek (plastik) nilainya hampir Rp.100 juta, uang jual sawit, habislah terbakar tidak bersisa,”katanya.
Dijelaskan Basir, petugas mendapati laporan saat api sudah melahap sebagian rumah korban.
Dari penelusuran dan investigasi yang diperoleh petugas di lapangan, api diperkirakan muncul dari bara kayu bakar dalam tungku bekas memasak.
Dapur pasangan ini, bukan bangunan panggung seperti bagian rumah lainnya, karena mereka memasak menggunakan kayu bakar.
‘’Analisa kami, bara api itu masih menyala saat ditinggal penghuninya, angin saat ini kan bertiup kencang, api menyala, lalu menyambar kabel diatas tungku dan terjadi korsleting sehingga api membesar,’’kata Basir, melalui sambungan telfon.
Pemadaman dilakukan hampir sekitar 1 jam 20 menit, melibatkan 10 petugas pemadam kebakaran dibantu warga sekitar.

Reporter: Viq

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top