Cerita Warga Perbatasan RI – Malaysia di Wilayah OBP yang Berikrar Sumpah Setia Pada NKRI

NUNUKAN, SWARAKALTARA.COM– Nasionalisme dan patriotism ditunjukkan warga perbatasan RI – Malaysia di kecamatan Lumbis Hulu Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara.
Di tengah keterbatasan dan semakin terhimpitnya hidup di tengah pandemic Covid-19, jiwa NKRI mereka tidak pudar. Bahkan dengan tegas menyatakan sumpah setia kepada Republik Indonesia.
Mereka adalah warga 3 desa yang tinggal di wilayah dengan status Outstanding Boundary Problems (OBP).
Masing masing, Desa Lipaga dengan 59 KK dan 270 jiwa. Desa Kabungolor dengan 53 KK dan 263 jiwa. Serta Desa Tetagas dengan 51 KK dan 246 jiwa.
‘’Jiwa raga kami tetap merah putih. Kami bersumpah dan komitmen itu juga yang menjadi wasiat nenek moyang kami. Kami warga Dayak Tahol,’’ujar Camat Lumbis Hulu Justinus, saat dihubungi, Kamis (18/3/2021).
Justinus menuturkan, pada tahun 1915 ketika Indonesia masih di bawah penjahanan kolonial Hindia Belanda, wilayah ini menjadi sengketa dengan Kerajaan Inggris yang kala itu menduduki Malaysia.
Kedua Negara tersebut berebut jajahan sehingga masih ada sekitar 4800 hektar are di wilayah ini, belum dirampungkan pengukurannya.
‘’Lokasi OBP itu di sekitar sungai Sinapat yang ada di Lumbis Hulu, dari patok B 2700 sampai B 3100. Luasnya sekitar 4800 hektar are,’’ujarnya lagi.
Tak dapat dibantah, kesulitan warga perbatasan kian menghimpit kala Malaysia menerapkan lockdown sebagai kebijakan menekan sebaran wabah Covid-19.
Padahal, dari Malaysialah masyarakat perbatasan RI – Malaysia ini memperoleh segala kebutuhan dan bahan pokok.
Namun demikian, Justinus menegaskan bahwa kehidupan warganya sudah terjamin dan disediakan oleh alam. Mereka tinggal berburu dan berladang.
‘’Kesulitan yang mendera kami di perbatasan, bukan alasan kami harus menyerah dengan keadaan. Apalagi meninggalkan negeri kami dengan memilih Malaysia,’’tegas Justinus.
Ada banyak hal yang melatar belakangi ikrar sumpah setia tersebut.
Warga Lumbis Hulu yang mayoritas suku Dayak Tahol menjadi pelaku sejarah dalam mempertahankan NKRI.
Mereka menjadi sukarelawan dalam peristiwa konfrontasi Indonesia – Malaysia pada 1965 silam.
Banyak bukti yang menguatkan hal tersebut, diantaranya adalah banyaknya temuan amunisi dan granat aktif oleh Satgas Pamtas RI – Malaysia Yonarhanud 16/SBC di pegunungan Putao atau lebih dikenal Gunung Ghurka di wilayah tersebut, baru baru ini.
Selain itu, ada sumpah janji yang telah terucap. Warga Dayak baik di Kalimantan ataupun di Serawak Malaysia, pernah sama sama menyepakati untuk mengakhiri masa mengayau (peperangan suku), dan berjanji setia tehadap NKRI.
Peristiwa bersejarah tersebut tercatat sekitar tahun 1894, bertempat di daerah yang dikenal sebagai Tumbang Anoi Kalimantan Selatan.
‘’Jadi sekalipun ada iming iming Malaysia supaya kami pindah, kami katakan tidak!. Biar sejengkal, kami tidak rela tanah Indonesia hilang dari kami, kami teguh menjaga sumpah,’’tegasnya.
Untuk menjaga semangat cinta NKRI, ketua adat dan veteran di Lumbis Hulu selalu menyisipkan sebuah kisah perjuangan. Baik kisah heroik zaman revolusi ataupun konfrontasi.
‘’Kami masih memiliki seorang veteran konfrontasi yang masih hidup. Namanya pak Tukang, beliau yang aktif berhikayat bersama ketua adat. Cerita perjuangan dan budaya adat Tahol selalu terselip dalam setiap kisah yang diceritakan,’’kata Justinus.
Lebih jauh, sumpah setia terhadap NKRI dikatakan Justinus, sudah menjadi komitmen suku Dayak Tahol.
Ada warisan turun temurun yang selama ini menjadi wanti wanti sekaligus sebagai wasiat nenek moyang Dayak Tahol.
Dimanapun suku Dayak Tahol berada, dia wajib memiliki tanah di kampung halaman. Hal tersebut untuk menjaga tanah adat dan tanah ulayat masuk ke Malaysia.
Selain itu, ada petuah yang menjadi pegangan oleh warga adat dalam mempertahankan NKRI. Kalimat tersebut adalah, ’Lumuat mingkotoh amarinding ra pamahunan’
‘’Berdiri teguh menjaga dan menjadi benteng patok hidup di perbatasan,’’kata Justinus penuh semangat dalam melafalkan kalimat sakral tersebut.

Reporter: Viq

swarakaltara

swarakaltara.com portal media online kaltara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *