Personel Polres Malinau Jalani Test Psikologi, Uji Kelayakan Pegang Senjata Api

MALINAU,SWARAKALTARA.COM – Polres Malinau bersama Tim Biro SDM Polda Kalimantan Utara (Kaltara) menggelar test psikologi bagi anggota Polres Malinau yang memegang senjata api (Senpi), Rabu (17/3/21).

Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi penyalahgunaan senpi dalam bertugas karena faktor psikologis, dan mencegah adanya penyalahgunaan senpi yang tak sesuai standar operasional prosedur (SOP).

Kapolres Malinau, AKBP Agus Nugraha mengatakan, tes dilakukan oleh tim psikolog Polda Kaltara sebagai salah satu tolak ukur kelayakan seorang aparat memegang perlengkapan dinas berupa senpi.

Mekanisme permohonan untuk memegang senpi di Kepolisian, yakni harus sesuai dengan prosedur tetap seperti sehat jasmani dan rohani, serta yang utama wajib lulus tes psikologi.

Kapolres menambahkan, untuk setiap anggota Kepolisian yang akan dan telah memegang senjata api harus melalui proses pengecekan psikologi.

“Tes psikologi ini memang wajib bagi setiap anggota kepolisian yang telah memegang senpi. Karena jangan sampai, senpi ini nantinya di salahgunakan. Jika saat tes memang tidak layak, maka tidak dianjurkan,” ujarnya.

Selain pengecekan psikologi, nanti juga akan dilakukan tes kelayakan untuk menilai layak atau tidaknya personel bersangkutan memegang senpi.

Kapolres Agus Nugraha mengungkapkan, tidak hanya personel Polres yang dilakukan pengecekan. Termasuk juga personel Polsek diwilayah hukum Polres Malinau, wajib melakukan pengecekan psikolog sebelum memegang senpi.

“Ada juga personel kita dari Polsek. Semua personel wajib melalui tes sebelum memegang senpi. Jadi, untuk memegang senpi, itu ada syaratnya dan harus lulus tes,” jelas Agus.

Diharapkan, dengan adanya pemeriksaan dari mulai administratif hingga tes psikologi, dapat memberikan pemahaman terkait penggunaan senjata api di lingkungan Polres Malinau.

Terakhir, Kapolres juga mengingatkan kepada seluruh anggotanya, agar senpi yang dipegang anggotanya harus layak dan hindari senpi yang tanpa dokumen, maupun masa izinnya telah habis.

Reporter : Abdul Gani

swarakaltara

swarakaltara.com portal media online kaltara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *