Akademisi Universitas Borneo, Jadi Panelis Di Pilkades Serentak 2021 Desa Malinau Kota

MALINAU, SWARAKALTARA.COM – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 2021 Kabupaten Malinau nampak tampil berbeda dengan tahun sebelumnya. Seperti Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), debat para kandidat juga melibatkan panelis dari beberapa akademisi dari Universitas maupun Politeknik.

Ketua Panitia Pilkades Malinau Kota, Syamsudin menyebutkan, pihaknya ingin menciptakan debat kandidat calon kepala desa yang berkualitas, dengan melibatkan panelis maupun moderator yang memiliki kemampuan dan kapasitas yang bermutu.

Tujuan digelarnya debat kandidat, yaitu untuk memberikan banyak referensi kepada para pemilih untuk memilih berdasarkan kapasitas dan kemampuan calon. Karna menurutnya, selama ini banyak pemilihan baik itu Pilkada maupun Pilkades hanya di pengaruhi oleh kedekatan personal antara pemilih dengan calon.

Salah satu panelis dari Universitas Borneo Tarakan, Hendris SP.,MP mengatakan, dari pengamatan saya untuk para kandidat calon rata-rata sudah cukup bagus dalam menjawab pertanyaan maupun menyampaikan visi-misinya.

“Mereka juga sudah memiliki visi-misi yang menarik untuk masyarakat. Tinggal kita lihat implementasi nya dilapangan itu seperti apa,” ujarnya, Rabu (12/4/2021).

Hendris menambahkan, pelaksanaan debat Kepala Desa yang di gelar oleh Panitia, menurutnya bisa menjadi modal bagi pemilihan Kepala Desa berikutnya di Kabupaten Malinau.

“Ini bisa dijadikan rekomendasi untuk di jadikan contoh bagi pelaksanaan Pilkades di Desa-desa lainnya. Bisa dikatakan juga euforia dari masyarakat terkait debat, bisa sama dengan Pilkada,” tuturnya

Hal senada juga disampaikan oleh Dr. M. Ilham, Ketua Konsentrasi Hukum Tata Negara FH, Universitas Borneo Tarakan, ia menuturkan debat kandidat calon kepala desa di Kabupaten Malinau merupakan suatu hal yang baru. Ini juga patut diapresiasi, langkah yang di ambil oleh Panitia Pelaksana dan Pemerintah Daerah yang telah membuat inovasi baru dalam demokrasi di Pilkades serentak 2021.

“Ini juga merupakan momentum untuk menggali potensi-potensi yang ada, untuk para calon kepala Desa di Malinau. Sehingga ini merupakan suatu gambaran terkait demokrasi yang sehat dan transparan.

Ia menyebutkan, inovasi seperti ini juga dapat di contoh untuk Pilkades di Desa-desa lainnya, sehingga dapat menjadi tolak ukur menguji kemampuan calon kepala desa dan dapat memberikan edukasi politik yang baik bagi masyarakat.

Reporter : Abdul Gani

swarakaltara

swarakaltara.com portal media online kaltara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.