Solidaritas Masyarakat Desa Pongian Demo Pemdes Dan PT. KFM, “Kuala Jantung Kehidupan Warga Pongian”

BANGGAI, SWARAKALTARA.COM – Palu, Solidaritas Masyarakat Desa Pongian kembali melakukan aksi demo terhadap PT. Koninis Fajar Mineral (KFM). Di jembatan sungai, Selasa sore (20/4).

Sebelumnya, beberapa hari lalu warga telah melakukan protes dengan cara mandi di sungai yang diduga kuat telah di cemari akibat aktivitas perusahaan tambang Nikel.

“Torang setengah mati yang tinggal di dekat kuala (Sungai red). Supaya kamu tau kuala ini torang pakai ba cuci, mandi, ba wudhu tapi sekarang so tidak bisa” Kata om Ajun sambil menangis yang juga tinggal di dekat bantaran sungai Pongian.

Puluhan warga Pongian ini juga, membawa gambar sungai, jerigen air kosong dan kertas karton bertuliskan Selamatkan Sungai Pongian dan Save Sungai Pongian.

Asrianto, kordinator lapangan (Korlap) mengatakan bahwa sungai Pongian merupakan jantung kehidupan warga. Sehingga akibat aktivitas tambang ini, secara khusu Petani, Nelayan, serta warga yang dekat bantaran sungai terganggu keseimbangan kehidupan maupun ekonominya.

“Sungai Pongian adalah jantung Kehidupan warga. Petani, Nelayan serta warga lainya sangat bergantung terhadap air sungai. Contohnya untuk air minum, mandi, cuci piring, cuci baju” kata Asrianto.

Sementara itu, ada beberapa tuntutan Solidaritas Masyarakat Desa Pongian. Antara lain, Meminta Pemdes dan BPD Pongian untuk segera mendesak perusahan nikel melakukan tindakan Penjernihan kembali sungai Pongian hingga layak di konsumsi. Meminta Pemdes dan BPD mendesak perusahaan nikel untuk segera melakukan pertemuan dengan masyarakat guna merumuskan dan menandatangani MOU soal dampak yang akan terjadi di sungai Pongian. Mendesak Pemdes untuk memfasilitasi pertemuan masyarakat dan perusahaan.

Menuntut perusahaan nikel PT. KFM dan PT. JAS selaku subcon yang beroperasi di hulu sungai Pongian untuk segera mengembalikan kejernihan air sungai Pongian hingga layak untuk di konsumsi. Menuntut perusahaan untuk segera melakukan pertemuan dengan masyarakat Desa Pongian tanpa terkecuali dan bertempat di Desa Pongian guna merumuskan MOU tentang dampak yg di akibatkan oleh aktifitas pertambangan.

Solidaritas Masyarakat Desa Pongian juga menegaskan apabila Pemdes dan perusahaan dalam waktu 7 hari kedepan tidak mengindahkan tuntutan, maka SMDP akan melakukan aksi yang lebih besar lagi dengan masa aksi yang lebih banyak.

“Kalau tuntutan kami tidak di realisasi dalam waktu seminggu maka kami akan melakukan demo lebih besar dan masa aksi yang banyak” Tegas Asrianto.

Reporter : MSA

swarakaltara

swarakaltara.com portal media online kaltara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *