Launching Program Petani Sehat, Bupati Ingin Petani di Malinau Terjamin Kesehatannya

MALINAU, SWARAKALTARA.COM – Bupati Malinau, Wempi W Mawa dengan terobosan barunya, telah meluncurkan program “Petani Sehat” untuk para Petani di Kabupaten Malinau.

Launching dilakukan langsung oleh Bupati Wempi, saat ia menyambangi para Petani di kampung KPK (Kampung Perkebunan Kabiran) di Desa Malinau Seberang, Kecamatan Malinau Utara, Jum’at (2/7/2021) kemarin.

Dalam kesempatannya, Bupati pun memberikan sosialisasi terkait program baru yang dibawanya, dalam upaya menjamin kesehatan para petani di Kabupaten Malinau.

Saat dikonfirmasi mengenai program tersebut, melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Malinau, Ernes Silvanus menjelaskan, bahwa pelayanan terhadap masyarakat adalah suatu kewajiban bagi Pemerintah Daerah kepada setiap lapisan masyarakat.

“Salah satu bagian dari masyarakat itu adalah Petani, dan guna mendukung program Pemerintah Daerah di Rasda Plus, kita juga harus memperhatikan kehidupan para Petani,” ujarnya kepada Swarakaltara.com, Sabtu (3/6/2021).

Jika membahas program Rasda, urainya, tidak berhenti hanya di ketersediaan gabah dan beras, namun juga harus menjamin orang-orang yang mengelola dan memaksimalkan program tersebut.

“Orang-orang itu adalah Petani,” ucapnya.

Ia menambahkan, selain Pemerintah Daerah berkewajiban melayani kesehatan masyarakat secara umum, namun khusus para Petani dalam program “Petani Sehat” ada treatment atau pelayanan khusus yang disiapkan oleh Pemerintah Daerah Malinau.

“Kalau Petani ini kan berada di ladangnya masing-masing, nah jika mereka ingin memeriksa kan dirinya ke pelayanan kesehatan, itu pasti butuh waktu dan biaya. Terlebih jika Petaninya sudah dalam usia lanjut,” ucapnya.

Untuk itu, jelasnya, pihaknya akan membalikkan teknis pelaksanaan pelayanan kesehatan untuk para Petani tersebut.

“Pemerintah Daerah melalui Dinas Kesehatan yang akan langsung mendatangi para Petani di ladangnya. Menyapa mereka, sekaligus memeriksa kondisi kesehatan mereka,” ucapnya.

Pelaksanaan pemeriksaanya akan dilakukan secara kolektif di kelompok-kelompok Tani di wilayah Malinau, dengan jadwal yang telah ditentukan.

“Hal ini dilakukan karena kesehatan juga menjadi bagian yang terpenting, dan Rasda ini bukan hanya berbicara tentang hasil pertanian. Namun juga harus menjamin kesehatan para petani,” pungkasnya. (*)

swarakaltara

swarakaltara.com portal media online kaltara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *