Kemeriahan Perayaan HUT Ke 76 RI Di Karang Unarang

Kegiatan yang dipusatkan di suar karang unarang tersebut diikuti juga oleh sekitar 50 perahu nelayan tradisional yang dihias berwarna-warni dan dipasangi bendera merah putih.

Suasana meriah makin terasa saat komunitas nelayan mengitari suar karang unarang dan meneriakkan yel merdeka dan melakukan atraksi disekitar KRI Gusti Ngurah Rai.

“Kita selalu berusaha sinergi dengan instansi lain dan khususnya masyarakat untuk dapat terus mengamankan wilayah Ambalat,” ujar Komandan Gugus Tempur Laut (Danguspurla) Koarmada II Laksma TNI Hersan.

Danguspurla mengatakan, kehadiran para nelayan merupakan bukti sinergitas TNI bersama masyarakat yang selama ini bahu membahu menjaga batas laut RI – Malaysia.

Menurut dia dengan sinergitas tersebut, sampai saat ini tidak ada lagi provokasi atau pelanggaran batas oleh Malaysia seperti yang pernah dilakukan saat pembangunan suar Karang Unarang.

“Kita bersahabat dengan Malaysia, tapi kita juga selalu siaga menjaga ambalat. Operasi Satgas Gabungan intens dilakukan. Untuk menjamin keamanan batas laut, kita punya kekuatan Marinir, kita ada kekuatan Kopaska dan berdiri dua Pos AL di wilayah Sebatik,” tegasnya.

Suar Karang Unarang merupakan salah satu Titik Dasar (TD) Indonesia sebagai acuan penentuan batas Laut Teritorial, Landas Kontinen dan Zona Ekonomi Ekslusif.

Sebagaimana dijelaskan Danlantamal XIII Tarakan Laksma TNI Edi Krisna Murti, penetapan Suar Karang Unarang sebagai basepoint atau TD telah ditetapkan di dalam Peraturan Pemerintah RI Nomor 37 Tahun 2008 tentang perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2002 tentang Daftar Koordinat Geografis Titik-titik Garis Pangkal Kepulauan Indonesia.

Karang Unarang yang terletak di Laut Sulawesi dan Propinsi Kaltara ini diberi nomor TD 037 dengan koordinat geografis 04°00′38″LU,118°04′58″BT yang sebelumnya TD 037 berada di Tanjung Arang (Pulau Bunyu) dan sebagai penanda kawasan Ambalat Indonesia.

Keberadaan Suar Karang Unarang sebagai TD telah dicantumkan di dalam Peta Laut Indonesia Nomor 489 dan Nomor 59 dengan Skala 1 : 200.000. Karang ini hanya muncul pada saat air laut surut di posisi terendah dengan ketinggian karang hanya sekitar 30 centimeter.

“Prosesi upacara di tapal batas Negeri Perairan Ambalat Indonesia–Malaysia, merupakan inisiasi kami sebagai Komandan Lantamal XIII Tarakan. Harapannya agar dapat meneguhkan kembali bahwa Karang Unarang sebagai tapal batas Negara Indonesia-Malaysia sekaligus dapat dijadikan sebagai mercusuar dunia yang harus dijaga oleh seluruh komponen bangsa,” kata dia.

Reporter

swarakaltara

swarakaltara.com portal media online kaltara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *