Pemkab Malinau Sosialisasikan Program Inovatif Desa Sarjana

MALINAU, SWARAKALTARA.COM – Bupati Malinau, Wempi W Mawa terus mendorong agar program desa sarjana segera berjalan di wilayah Kabupaten Malinau.

Arah pembangunan perdesaan di Indonesia bertumpu kepada pencapaian 18 tujuan SDGs Desa yang mampu berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

Dalam pencapaian ini tentu memerlukan sumber daya manusia (SDM) pedesaan yang berkualitas dan berdaya saing.

Komitmen untuk peningkatan SDM di wilayah pedesaan khususnya di perbatasan RI-Malaysia tepatnya Kabupaten Malinau, diwujudkan oleh Pemkab Malinau melalui program inovatif desa sarjana.

Dalam kegiatan sosialisasi penyelenggaraan program desa sarjana, Sekretaris Daerah (Sekda) Malinau, Ernes Silvanus didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Malinau, Padan Impung, Staf Ahli Bupati Malinau, Dr. M. Fiteriady dan Camat Malinau Kota, Rolland Rudyanto, Selasa (14/9) lalu telah memaparkan program desa sarjana kepada Kepala Desa dan para Ketua RT di Kecamatan Malinau Kota, terkait pelaksanaan teknis program tersebut.

Dalam kegiatan yang berlangsung di Gedung BPU Malinau Kota itu, Sekda Ernes Silvanus menjelaskan, mengenai Program Desa Sarjana ia menyebut bahwa ini ialah salah satu program inovatif dari Bupati & Wakil Bupati Malinau, dalam rangka menyiasati situasi sumber daya manusia (SDM) di Kabupaten Malinau.

“Desa Sarjana bukanlah program tentang anak-anak di desa harus sarjana, melainkan untuk lebih melihat dan menggali potensi serta mencari solusi terhadap permasalahan di desa,” ucapnya, Kamis (16/9/2021).

Ia menilai, dengan melihat potensi dan permasalahan di masing-masing desa, maka seorang Kepala Daerah harus dapat melihat orang-orang yang berkompeten, untuk menyelesaikan permasalahan itu, sekaligus memanfaatkan potensi mengabdikan diri bagi desa.

“Orang-orang itu ialah mereka yang mempunyai kemauan dan kerja keras yang tinggi untuk bisa disekolahkan,” ucapnya.

Diketahui, tahun ini pihaknya (Pemkab Malinau) telah mengalokasikan anggaran sekira Rp 1 Miliar yang bersumber dari dana APBD Kabupaten Malinau.

“Jika datanya sudah ada di DPMD, maka beasiswa akan segera disalurkan bagi peserta yang telah lolos uji seleksi dan telah masuk kategori penerima,” jelas Ernes.

Dalam proses pengajuan peserta dalam program desa sarjana, Pemkab Malinau akan menyiapkan tim yang di tunjuk dalam menyeleksi para peserta/siswa yang memenuhi syarat dalam program tersebut.

“Tim yang dipersiapkan terdiri sekira 11 orang yang berkompeten di bidangnya, termasuk Dewan Pendidikan, Politeknik Malinau, Dinas Penididikan, LP3MD, perwakilan Milenial dan lainnya, yang merupakan orang-oranf yang konsent terhadap pendidikan” katanya.

Didalam Perbub, disebutkan minimal satu desa, satu sarjana. “Jadi jika ada lebih dari satu orang, tidak masalah. Berarti ada potensi lebih atau permaslaahan yang harus ditangani di masing-masing desa itu,” imbuhnya.

Sasaran program desa sarjana juga berlaku oleh desa-desa lainnya, dengan mengidentifikasi potensi dan permasalahan apa yang kontras untuk dapat dikembangkan kedepan ataupun ditangani, melalui sarana pendidikan mengembangkan SDM orang-orang di desa.

Reporter : Gani

swarakaltara

swarakaltara.com portal media online kaltara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.