Buka Pelatihan Kewirausahaan, Sekda Ernes : Jiwa Wirausaha Kuat, UMKM Malinau Maju

MALINAU, SWARAKALTARA.COM – Program peningkatan kemampuan di bidang perkoperasian dan wirausaha untuk lebih meningkatkan eksistensi Koperasi dan UMKM, terus digalakkan Pemkab Malinau melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Malinau.

Dalam upayanya, Disperindagkop hari ini menggelar pelatihan Perkoperasian & Kewirausahaan bagi pengurus/anggota dan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Malinau di ruang Tebengang, Pemda Malinau, Senin (11/10/2021).

Pelatihan itu turut menghadirkan para fasilitator atau narasumber yang sesuai dengan keahlian di bidang masing-masing.

Kepala Disperindagkop Malinau, Tirussel Tipa Padan menyebutkan, kegiatan akan dilaksanakan selama tiga hari, 11-13 Oktober 2021 dan diikuti oleh 300 peserta dari para anggota koperasi dan pelaku UMKM Malinau yang tersebar di 5 Kecamatan, diantaranya Kecamatan Malinau Kota, Malinau Barat, Malinau Selatan, Malinau Utara, dan Kecamatan Mentarang, dengan narasumber dari UPTD Koperasi atau Balai Latihan Koperasi dan UKM Provinsi Kalimantan Utara.

Menurutnya, pelatihan ini dilaksanakan menyikapi persaingan yang semakin ketat dan kompetitif serta masuknya era globalisasi, sehingga peningkatan SDM menjadi salah satu skala prioritas yang secara konsisten dilaksanakan untuk mengembangkan suatu usaha.

Dengan begitu, Pemkab Malinau sangat fokus dan konsisten menumbuh – kembangkan koperasi dan UMKM, dengan harapan sektor ini memberikan kontribusi lebih signifikan bagi pertumbuhan ekonomi di daerah maupun nasional.

“Maka kita harapkan melalui pelatihan dan berkembangnya SDM UMKM yang handal dan kompeten, dapat membangun perekonomian menuju kehidupan masyarakat semakin sejahtera,” ujar Tirussel kepada Swarakaltara.com, Senin (11/10/2021).

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Malinau, Ernes Silvanus saat membuka pelatihan mengharapkan, agar peserta mendapatkan suatu yang baru dan motivasi, untuk tangguh menghadapi situasi sulit saat ini dalam mengembangkan usahanya di masa pandemi Covid-19.

“Kita minta dalam pelatihan perbanyak dialog dan diskusi, agar persoalan yang dihadapi pelaku UMKM dapat digali seutuhnya, sehingga kita bisa berikan solusi dan ide mengatasi persoalan itu,” ungkapnya.

Sebab, selama ini dalam pelatihan sering ditemukan ada rasa malu dan kecanggungan bagi pelaku UMKM untuk bertanya dan berpendapat, padahal itu upaya untuk memecahkan masalah yang dialami dalam mengembangkan usaha.

“Kita juga harapkan Disperindagkop dapat menyiapkan sesi dialog atau tanya-jawab untuk peserta, seperti apa tanggapan mereka terhadap pelatihan ini, apakah metodenya sudah cocok dengan kebutuhannya atau belum,” imbuhnya.

Reporter : Gani

swarakaltara

swarakaltara.com portal media online kaltara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *