Plasma Sawit Terbesar di KTT Ditelantarkan, Petani Minta OPD Terkait Turun Tangan

MALINAU, SWARAKALTARA.COM – Petani Kelapa Sawit di Kabupaten Tana Tidung masih menemukan sejumlah kendala dalam kemitraan antarpetani dan perusahaan sawit.

Perusahaan perkebunan kelapa sawit di wilayah itu dinilai setengah hati dalam membangun dan mengelola kebun plasma. Padahal kebun kemitraan itu wajib dibangun dan dikelola oleh pemegang Izin Usaha Perkebunan (IUP).

Atas dasar tersebut, salah satu warga petani sawit setempat menyampaikan keluhannya agar kebun plasma sawit kembali dijalankan secara efektif.

“Kurang lebih hampir 3 tahun plasma kelapa sawit tidak pernah lagi dikelola. Perusahaan Kelapa Sawit (PKS) nya masih ada, tapi mungkin karena dampak tidak stabilnya kondisi perusahaan beberapa waktu lalu, sehingga membuat realisasi plasma tidak berjalan,” ucap Hamka, Koordinator Pengawas Lapangan Koperasi Payung Taka di KTT, saat dihubungi Swarakaltara.com melalui sambungan telepon, Sabtu (27/11/2021).

Pihaknya pun telah menanyakan bagaimana solusi yang ditawarkan oleh pihak perusahaan yakni PT. AKSS terhadap para petani plasma sawit di wilayah tersebut.

“Kami sudah tanya ke pihak perusahaan, terkait lahan plasma yang tidak digarap dan bagaimana masyarakat bisa mendapatkan penghasilan jika buah sawit tidak terserap ,” ucapnya.

Menurut informasi, dari tahun 2020 pembayaran bagi hasil ke petani sawit telah sering mengalami keterlambatan hingga tahun ini.

“Kualitas buah sawit itu bagus, cuma alasan terlambatnya terserap nya sawit dari pihak perusahaan katanya mereka kekurangan tenaga kerja dan tranportasi terbatas,” ucapnya.

Ia pun meminta solusi terkait permasalahan yang dihadapi warga kepada Dinas atau instansi daerah terkait agar mengawal dan menyelesaikan keluhan para petani sawit di Kabupaten Tana Tidung tersebut.

“Kami pun ingin merasakan kesejahteraan dari hadirnya plasma sawit seperti ditempat lainnya,” ujarnya.

Hamka mengatakan, kemitraan antara perusahaan dan petani sawit telah tertuang dalam kerjasama dan telah di bentuk koperasi.

Secara prinsip, petani tidak sepenuhnya menyalahkan pihak perusahaan sawit. Namun, ia menilai selama ini banyak anggota koperasi yang tidak aktif.

“Kita sesali banyak anggota koperasi setempat saat ini vakum dan tidak melakukan apa-apa. Untuk itu, kita minta dari instansi atau OPD terkait di KTT agar turun tangan mencarikan solusi dan membuat gebrakan baru supaya para petani sawit bisa bangkit kembali,” tegasnya.

Ia juga meminta agar kepengurusan di koperasi setempat untuk di rombak kembali agar usaha warga dapat berjalan.

Ia menyebut luasan plasma sawit milik warga berkisar 1.514 hektar dan itu dimiliki oleh 757 Kepala Keluarga (KK).

“Itu luasan lahan plasma sawit yang paling besar di Desa Tideng Pale, Kabupaten Tana Tidung,” ungkapnya.

Ia berharap agar segera OPD terkait di KTT turun tangan dan memberikan solusi bagi masyarakat petani plasma sawit.

“Kita minta OPD terkait dapat segera melakukan kunjungan dahulu ke lokasi plasma dan melihat secara langsung permasalahan yang dihadapi warga serta diberikan solusi yang terbaik,” pungkasnya.(*)

  • swarakaltara

    swarakaltara.com portal media online kaltara

    Related Posts

    Jalin Silaturahmi, Seluruh Lapisan Masyarakat Hadiri Halal Bihalal Pemkab Malinau

    MALINAU, SWARAKALTARA.COM – Bertempat di Panggung Budaya Padan Liu’ Burung, Pemkab Malinau kembali menggelar acara Halal Bihalal. Acara ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan oleh Pemkab Malinau dalam rangka menjalin…

    Bupati Wempi Lepas 52 Calon Jemaah Haji Malinau Menuju Tanah Suci

    MALINAU, SWARAKALTARA.COM – Sebanyak 52 calon jemaah haji Kabupaten Malinau resmi dilepas oleh Bupati Malinau, Wempi W Mawa, S.E., M.H. Acara pelepasan dilaksanakan di ruang Laga Feratu Kantor Bupati Malinau,…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Mungkin Kamu Melewatkan

    Jalin Silaturahmi, Seluruh Lapisan Masyarakat Hadiri Halal Bihalal Pemkab Malinau

    Jalin Silaturahmi, Seluruh Lapisan Masyarakat Hadiri Halal Bihalal Pemkab Malinau

    Bupati Wempi Lepas 52 Calon Jemaah Haji Malinau Menuju Tanah Suci

    Bupati Wempi Lepas 52 Calon Jemaah Haji Malinau Menuju Tanah Suci

    Terbang ke AS AHY Penuhi undangan Bank Dunia

    Terbang ke AS AHY Penuhi undangan Bank Dunia

    Masyarakat Adat Suku Dayak Tenggalan Malinau Usulkan Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat

    Masyarakat Adat Suku Dayak Tenggalan Malinau Usulkan Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat

    Apresiasi Kegiatan GOW, Bupati Harap Perempuan Malinau Semakin Inspiratif, Kreatif dan Inovatif

    Apresiasi Kegiatan GOW, Bupati Harap Perempuan Malinau Semakin Inspiratif, Kreatif dan Inovatif

    Kepungan Debu Di Area Tambang Sepanjang Pesisir Pantai  Palu Donggala. Jatam Dan Walhi Sulteng Desak Pemerintah Untuk Mengevaluasi Kegiatan Tambang Pasir Dan Batuan

    Kepungan Debu  Di Area Tambang Sepanjang Pesisir Pantai  Palu Donggala. Jatam Dan Walhi Sulteng Desak Pemerintah Untuk Mengevaluasi Kegiatan Tambang Pasir Dan Batuan