KLB ASPROV PSSI Kaltara, Ketua Asprov : Semoga Menjadi Tonggak Kebangkitan Sepakbola Kaltara

MALINAU, SWARAKALTARA.COM – PSSI Kalimantan Utara dalam waktu dekat akan menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) pemilihan pada Januari 2022.

Berdasarkan surat dari PSSI Pusat nomor 6415/PGD/663/XII-2021, atas dasar tersebut semua aktifitas kegiatan kompetisi yang sudah dipersiapkan dan akan segera di gelar terpaksa di tunda hingga pelaksanaan KLB pada Januari 2022 nanti.

Melalui Rilis yang diterima Media ini (29/12), Ketua Asprov PSSI Kalimantan Utara, Hendra Radiyanto, S.Hut., menyatakan sebagai Asprov PSSI Kalimantan Utara kita harus patuh terhadap PSSI pusat, apapun perintah harus kita jalankan karena semua pasti untuk kebaikan sepakbola khususnya di Kalimantan Utara dan Indonesia pada umumnya.

Tentang alasan dilaksanakan KLB, Saya tidak mau tahu yang terpenting sesuai amanat organisasi bahwa Asprov PSSI Kalimantan Utara bernaung di bawah PSSI pusat dan sudah seharusnya Asprov mengikuti dan menjalankan perintah dari PSSI Pusat.

“Semoga ini menjadi tonggak kebangkitan sepakbola di Kalimantan Utara, dan menuju arah persatuan karena filosofi sepakbola adalah alat pemersatu bangsa,” tegas Hendra.

Untuk melengkapi pelaksanaan KLB, pada tanggal 20/12/2021 yang lalu bertempat di hotel Bahtera kota Tarakan Asprov PSSI Kalimantan Utara menggelar Kongres Tahunan, untuk menetapkan Komite Pemilihan (KP) dan Komite Banding (KB) Asprov PSSI Kalimantan Utara, dimana sebagai Ketua KP ditetapkan Elisa Selutan., S.Th., M.Pd., dan Fery Elisa sebagai Ketua KB.

“Semoga KLB Asprov PSSI Kalimantan Utara dapat berjalan dengan baik, dan tanpa kendala karena latar belakang Ketua KP dan KB sudah tidak meragukan lagi, di samping aktif di sepakbola juga merupakan figur yang malang melintang di berbagai organisasi,” ungkap Hendra optimis.

Proses pencalonan KP dan KB berdasarkan usulan dari Exco Asprov PSSI Kaltara dan kemudian di usulkan dan ditetapkan di Kongres Tahunan PSSI Kaltara 2021, di hotel Bahtera kota Tarakan, berdasarkan persetujuan peserta Kongres.

Siapa pun yang nantinya terpilih menjadi Ketua Asprov PSSI Kalimantan Utara, harap Hendra, dapat berjalan dengan pemerintah daerah khususnya Gubenur Kalimantan Utara dan yang terpenting adalah benar-benar serius untuk memajukan sepakbola di Kaltara.

Kita harus bersyukur, memiliki Gubenur yang sangat peduli terhadap olahraga khususnya sepakbola bahkan sangat ingin memajukan persepakbolaan di Kalimantan Utara dan berkeinginan agar ada klub sepakbola di Kaltara yang lolos liga 2 bahkan sampai liga 1.

“Hal ini sangat luar biasa sekali, karena hanya sebagian kecil Gubenur yang ada di Indonesia yang peduli terhadap sepakbola, dan Kaltara sangat beruntung memiliki Gubenur yang sangat peduli, untuk itu saya menghimbau kepada klub-klub anggota PSSI Kalimatan Utara untuk mempersiapkan diri lebih serius dan berjuang sesuai yang diharapkan oleh Gubenur Kalimantan Utara,” ungkap Hendra.

Perlu juga saya sampaikan, lanjut Hendra, bahwa tugas Ketua Asprov tugasnya bukan untuk meloloskan klub anggota PSSI kalimantan Utara ke liga 2 bahkan liga 1. “Sekali lagi saya mohon maaf, berdasarkan statuta dan regulasi, Asprov hanya bertindak sebagai penyelenggara kegiatan yang diperintahkan oleh PSSI Pusat, seperti melaksanakan kompetisi liga 3, piala soeratin, kursus dan pelatihan aparat pertandingan serta pelatih, bukan mengurusi klub,” lanjut Hendra.

Tidak ada di Indonesia, Ketua Asprov merangkap sebagai Ketua Klub sepakbola, atau coba cari Klub Liga 1 dan Liga 2 yang managernya atau Ketua Klubnya rangkap sebagai Ketua Asprov, tidak ada setahu saya.

Namun Gubenur atau Kepala Daerah lainnya seperti Bupati dan Walikota boleh menjadi Ketua Klub atau manager klub jika berkeinginan agar Klubnya lolos ke liga tapi bukan sebagai ketua Asprov. Jika Gubenur atau kepala Daerah lainnya seperti Bupati dan Walikota menjadi Ketua Asprov harus bisa bertindak adil terhadap semua Klub anggota dan tidak boleh ada keberpihakan terhadap salah satu klub karena ini akan menodai sikap fair play dalam sepakbola.

Disinilah pentingnya peran media, jangan sampai hal-hal yang salah dipublikasikan karena media sekarang menjadi konsumsi masyarakat luas, khususnya masyarakat sepakbola Indonesia. “Mungkin maksudnya baik, namun karena salah persepsi menjadi salah kaprah.

Gubenur kita orang baik dan orang cerdas, mungkin maksud beliau adalah Ketua Asprov periode mendatang harus memperbanyak kompetisi, kursus khususnya pelatih agar lisensinya ditingkatkan lagi, perbanyak Sekolah sepakbola, perbanyak turnamen sehingga klub-klub anggota yang ada bisa memiliki daya saing dengan klub-klub sepakbola di luar Kaltara, sehingga ke depan ada klub yang bisa lolos ke liga 2, bahkan jika sudah di liga 2 bisa lolos ke liga 1.

Selamat melaksanakan KLB, selamat bekerja Komite Pemilihan dan Komite Banding Asprov PSSI Kaltara, siapa pun yang terpilih, selamat bertugas dan semoga cita-cita Gubenur Kalimantan Utara bisa terwujud,”bangkit sepakbola Kaltara”. Tutupnya.(*).

swarakaltara

swarakaltara.com portal media online kaltara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.