GUBERNUR TIDAK SERIUS MENANGANI KONFLIK AGRARIA DI SULTENG

PALU, SWARAKALTARA.COM – Tidak sedikit waktu terpakai menempuh “jalan” mediasi yang diambil Gubernur untuk meredam ekspresi kemarahan rakyat melalui aksi-aksi menuntut penyelesaian konflik agraria di Sulawesi Tengah. Hingga sekarang tak jelas hasilnya. Rekomedasi yang dihasilkan lewat Mediasi yang mempertemukan berbagai kelompok masyarakat dengan perusahaan dan Pemda tidak menunjukkan tanda-tanda konflik mereda.
Tidak pula terlihat skema pengawalan yang disusun secara sistematis oleh Pemda, padahal, ini adalah salah satu indikasi keseriusan penyelesaian konflik, yang berujung pada pengembalian hak rakyat.

Maka itu FRAS ST menilai, Gubernur tidak serius mengurus kepentingan rakyat keluar dari penindasan para pemakan tanah. Hampir saja terkesan sekedar formalitas menerima pengaduan. Janji perlindungan HAM bagi rakyat asal bunyi saja. Justru yang santer terdengar adalah ‘perburuan investasi’. Janji dan fakta tidak jelas, tanpa wujud, tanpa praktik.

Karena itu, dengan ini FRAS Sulteg mendesak Gubernur Sulteng mengambil langkah taktis sistematis serius menyelesaikan konflik-konflik agraria yang telah diadukan maupun yang belum.

FRAS Sulteng menyerukan kepada kelompok-kelompok masyarakat yang sudah menghimpun diri ke dalam organisasi-organisasi rakyat tetap semangat berlapis
mengawal dan melawan korporasi jahat yang disokong pemerintah dan aparat keamanan. Konsolidasi massa organisasi-organisasi tani harus terus disemarakluaskan, karena kekuatan utama adalah persatuan dan kesatuan massa rakyat yang terorganisir.(*)

swarakaltara

swarakaltara.com portal media online kaltara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.