Kerjasama Pemkab Malinau Dengan MAF Indonesia, Siap Jalankan Misi Kemanusiaan di Perbatasan

MALINAU, SWARAKALTARA.COM – Maskapai Mission Aviation Fellowship (MAF) Indonesia menyatakan kesiapannya untuk kembali mendukung penyediaan akses layanan kesehatan bagi warga Kabupaten Malinau.

Pimpinan Yayasan MAF Indonesia Cabang Tarakan, Tyler Fredrick Schmidt mengatakan, bahwa misi dari Yayasan MAF ini adalah mengutamakan keselamatan orang yang sakit dan pasien yang butuh rujukan ke fasilitas kesehatan yang lebih memadai.

“Membantu orang yang sakit itu lebih penting daripada ambil barang atau penumpang. Sudah banyak kami batalkan pengantaran seperti cargo dan penumpang secara komersil. Karena, kami lebih mengutamakan warga yang sakit, apalagi bersifat emergency,” ujarnya, Kamis (10/2/2022).

Ia menyebutkan, bahwa pihaknya sangat senang dengan adanya hubungan kerjasama yang kuat dengan Pemerintah Daerah Malinau melalui Dinas Kesehatan. “Karena dari Dinas Kesehatan kita jadi tahu siapa pasien atau warga yang butuh rujukan untuk transportasi dari wilayah pedalaman ke Faskes di Malinau ataupun di Tarakan,” imbuhnya.

Kesepakatan bersama antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau dan Yayasan Mission Aviation Fellowship (MAF) Indonesia ialah kerjasama dalam penyediaan pelayanan sosial dalam bidang kesehatan khususnya bagi masyarakat Kabupaten Malinau melalui moda transportasi udara.

Kegiatan penandatanganan nota kesepakatan bersama ini, berlangsung di ruang Intulun, Kantor Bupati Malinau, pada Kamis (10/2/2022) serta turut dihadiri Wakil Bupati Jakaria dan Sekda Ernes Silvanus bersama jajaran OPD terkait.

Kerjasama ini pun mendapat respon dan dukungan dari Bupati Malinau Wempi W. Mawa, terlebih itu sangat sejalan dengan visi-misi dan program kerjanya dalam menjaga kesehatan masyarakatnya.

Sebagai informasi, Maskapai MAF sendiri sudah berada di Kabupaten Malinau terhitung sejak tahun 1971, artinya sudah mengudara kurang lebih 51 tahun melayani masyarakat di pelosok perbatasan dengan tujuan Kemanusiaan dan Sosial.

Bupati Wempi menilai bahwa, Maskapai MAF ini tidak berbicara tentang profit atau keuntungan. Namun, lebih kepada sisi kemanusiaan dan sosial bagi masyarakat khususnya di wilayah pedalaman dan perbatasan.

“Tujuan itulah yang menjadi misi Yayasan MAF yang kita respon dengan baik, karena kita juga memiliki kewajiban untuk menjamin keselamatan maupun kesehatan setiap warga kita, terlebih yang berada di wilayah pedalaman dan perbatasan,” ujarnya.

Ia menyebutkan, Maskapai MAF di Malinau tidak hanya berorientasi kepada penerbangan komersial.

“Mereka memang membutuhkan donasi untuk biaya operasional untuk tetap bisa berjalan, namun itu bukan semata-mata mengejar keuntungan,” ungkapnya.

Hal itulah yang menjadi pilihan Pemkab Malinau melalui pelaksanaan teknis melalui Dinas Kesehatan, ulasnya, karena pihaknya melihat bahwa Maskapai MAF mampu menjangkau daerah-daerah tersulit dan terluar daerah kita untuk diterbangi dengan kondisi yang ada.

Bupati Wempi menambahkan, bahwa kerja sama dengan Yayasan MAF Indonesia dilakukan terhitung hari ini hingga tahun 2024 sesuai dengan masa baktinya sebagai Bupati Kabupaten Malinau.

“Untuk evaluasi pertahunnya itu secara teknis ada di Dinas Kesehatan sebagai leading sector atau penanggung jawab terhadap program prioritas khususnya pelayanan kesehatan kepada masyarakat di Kabupaten Malinau,” imbuhnya.

Reporter: A. Gani

swarakaltara

swarakaltara.com portal media online kaltara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.