TERKAIT KASUS INVESTASI BODONG DI GORONTALO, BOBBY RANTOW PAYU: TIDAK MUNGKIN DITERAPKAN RESTORATIVE JUSTICE

GORONTALO, SWARAKALTARA.COM –  Menanggapi polemik terkait kasus investasi bodong yang terjadi di Gorontalo, praktisi pasar modal yang juga sebagai akademisi Universitas Negeri Gorontalo Bobby Rantow Payu menyatakan bahwa penerapan restorative Justice pada proses hukum investasi bodong berkedok forex merupakan hal tidak mungkin dilakukan untuk itu masyarakat yang terlanjur tertipu diimbau menyerahkan proses hukum sepenuhnya Ke kepolisian.

“Ketidaksesuaian antara ditingkat member dan seterusnya yang membuat justru ini jadi sangat tidak mungkin diterapkan, karena pertama tidak jelas siapa sasarannya, siapa yang akan dikembalikan pertama, siapa yang akan mendapatkan pengembalian inikan tidak jelas. Kemudian dari mana asalnya, dari mana sumber pembayarannya” ujarnya pada Senin (31/01).

Bobby mengungkapkan awalnya memang dirinya mengusulkan menyelesaikan kasus ini dengan cara restorative Justice sesuai dengan harapan masyarakat yang dirugikan jika memperoleh keadilan namun setelah mengikuti perkembangan pendidikan politik yang mengungkap ada ketidakjelasan data mulai dari tingkat banyak mengakibatkan penerapan etos kerja.

“Saya berharap mari serahkan pada kepolisian yang saat ini sementara memproses jangan menemukan polemik baru di masyarakat karena ide tentang restorative justice itu saya pikir susah untuk diterapkan secara realita” lanjutnya.

Lebih lanjut, terkait dengan member atau anggota yang dirugikan dalam kasus ini Boby Rantow Payu Berharap kasus ini dijadikan pelajaran bahwa yang dinamakan investasi trading forex yang dimainkan dengan mengumpulkan dana masyarakat tanpa izin apalagi menjanjikan keuntungan pasti pada akhirnya akan menemui kerugian yang sangat besar.

“Terakhir saya sangat berharap agar forkompinda lebih intens lagi dalam melakukan edukasi kepada masyarakat terkait modus-modus investasi yang menjanjikan keuntungan besar serta melakukan langkah-langkah pencegahan terhadap oknum-oknum yang mengoperasikan trading dengan menghimpun dana masyarakat tanpa izin” tutupnya.

Reporter: K.Una

  • swarakaltara

    swarakaltara.com portal media online kaltara

    Related Posts

    Evaluasi dan Perbaikan Keselamatan Pekerja Nikel Harus Jadi Implementasi Kesepakatan Iklim Paris

    MOROWALI, SWARAKALTARA.COM – Dua orang karyawati operator alat berat di tambang nikel PT Gunbuster Nickel Industry (GNI), Morowali Utara, meninggal dunia, Kamis (22/12/2022). Penyebab kematian mereka merupakan insiden kebakaran yang…

    Ketum KERIS: Rakyat Harus Mudah Punya Rumah Milik Sendiri

    BANTEN, SWARAKALTARA.COM – Dalam upaya percepat wujudkan kebutuhan papan rakyat, Ketua Umum KERIS (Komite Ekonomi Rakyat Indonesia) dr. Ali Mahsun ATMO, M. Biomed. yang juga Ketua Umum APKLI meninjau Kawasan…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Mungkin Kamu Melewatkan

    Jalin Silaturahmi, Seluruh Lapisan Masyarakat Hadiri Halal Bihalal Pemkab Malinau

    Jalin Silaturahmi, Seluruh Lapisan Masyarakat Hadiri Halal Bihalal Pemkab Malinau

    Bupati Wempi Lepas 52 Calon Jemaah Haji Malinau Menuju Tanah Suci

    Bupati Wempi Lepas 52 Calon Jemaah Haji Malinau Menuju Tanah Suci

    Terbang ke AS AHY Penuhi undangan Bank Dunia

    Terbang ke AS AHY Penuhi undangan Bank Dunia

    Masyarakat Adat Suku Dayak Tenggalan Malinau Usulkan Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat

    Masyarakat Adat Suku Dayak Tenggalan Malinau Usulkan Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat

    Apresiasi Kegiatan GOW, Bupati Harap Perempuan Malinau Semakin Inspiratif, Kreatif dan Inovatif

    Apresiasi Kegiatan GOW, Bupati Harap Perempuan Malinau Semakin Inspiratif, Kreatif dan Inovatif

    Kepungan Debu Di Area Tambang Sepanjang Pesisir Pantai  Palu Donggala. Jatam Dan Walhi Sulteng Desak Pemerintah Untuk Mengevaluasi Kegiatan Tambang Pasir Dan Batuan

    Kepungan Debu  Di Area Tambang Sepanjang Pesisir Pantai  Palu Donggala. Jatam Dan Walhi Sulteng Desak Pemerintah Untuk Mengevaluasi Kegiatan Tambang Pasir Dan Batuan