GELAR SILATBAR, Bersama Pemerintah, RELAWAN EKONOMI RAKYAT Dampingi 25 Juta UMKM hingga tahun 2023

JAKARTA. SWARAKALTARA.COM -CEO Pondok Gede Center’s dr. M. Ali Mahsun ATMO, M. Biomed yang juga Ketua Umum APKLI & Presiden GBN bersama Ketua Harian sekaligus Ketua Team Perumus Rumah Besar Nusantara Ekonomi Rakyat, Hery Hariyanto Azumi, Sag, MM. dan Ketua Panitia Pelaksana (OC), Drs. Sudarto SM, MM. gelar jumpa pers akan digelarnya Silaturahmi Akbar – Silatbar Pimpinan Organisasi Usaha dan Ekonomi Rakyat Nusantara, dan mengajak semua pemangku kepentingan bersinergi dan kolaberasi, bersama pemerintah percepat pemulihan ekonomi nasional dan transformasi ekonomi rakyat.

Silatbar ini akan digelar 2 hari dari 24_25 Maret 2022 di Jakarta. Hingga hari ini sudah 84 dari target 99 organisasi usaha dan ekonomi rakyat nusantara yang akan jadi peserta, baik asosiasi, perkumpulan, Koperasi, Perusahaan Terbatas (PT), dan yang berbadan hukum lainnya. Dan organisasi perlindungan dan pemberdayaan hukum, serta organisasi media juga diundang sebagai peserta mengingat ke depan seputaran hukum baik perdata dan pidana, serta seputaran media adalah sangat vital, strategis, dan selalu sertai ekonomi rakyat, tegas inisiator/penanggungjawab Silatbar, dr. Ali Mahsun Atmo, M.Biomed. pada konferensi pers di Pondok Gede Center’s Jakarta, Selasa, 15/3/2022.

Selain itu, Presiden Kawula Alit Indonesia ini juga menyebut Silatbar ini terinspirasi atas dua hal. Pertama, pada krisis 1997/998 ekonomi rakyat adalah pahlawan ekonomi nasional dari kebangkrutan total namun hingga 24 tahun reformasi sejak 1998 ekonomi rakyat masih belum keluar dari zona terlemahkan, serta yang terawal dan terburuk terdampak pandemi covid-19 selama dua tahun sejak maret 2020 adalah 64,5 juta UMKM. Kedua, ditengah keterpurukan akibat pandemi covid-19 tumbuh kesadaran pelaku ekonomi rakyat secara komunal untuk bangkit, bersatu, dan mengupayakan secara bersama-sama sehingga mampu bertahan, maju, berkembang dan unggul hadapi era digital ekonomi, serta kembali jadi pilar utama perputaran, kemandirian dan kedaulatan ekonomi bangsa dan negeri.

Ajang Silatbar ini, sebut Ali Mahsun Atmo, dimaksudkan untuk memperkokoh solidaritas dan soliditas, kebersamaan, persatuan dan kesatuan, saling mendukung dan gotong royong, serta sinergi dan kolaborasi antar Pimpinan Organisasi dan Pelaku Ekonomi Rakyat diseluruh tanah air juga yang ada di luar negeri.

“Organisasi usaha dan ekonomi rakyat, juga pelaku ekonomi rakyat selama ini berjuang sendiri-sendiri. Sering berhadapan dengan bongkahan batu besar laksana nabrak gunung Semeru yang ujung dan akhirnya gagal wujudkan aspirasi dan harapan pelaku ekonomi rakyat. Dan hal mendasar yang akibatkan ekonomi rakyat terlemahkan sejak kemerdekan RI 17 Agustus 1945 adalah tidak punya rumah besar sendiri. Di sisi lain, persoalan, hambatan dan tantangan kedepan makin kompleks dan berat hadapi persaingan global era digital ekonomi. Oleh karena itu, Silatbar yang juga bisa teranggap sebagai KONGRES EKONOMI RAKYAT (PERTAMA) akan putuskan berdirinya ‘ORGANISASI RUMAH BESAR NUSANTARA EKONOMI RAKYAT’ yang keaonggotaannya adalam organisasi/lembaga, bukan personal. Similar dengan KADIN namun khusus dan fokus untuk melindungi, mengayomi, dan mengkanalisasi segala dan segenap persolan, hambatan dan tantangan ekonomi rakyat hadapi era digital kini dan ke depan.

“Rakyat harus jadi subyek, bukan obyek ekonomi. Harus berperan aktif dalam tata kelola perekonomian bangsa dan negeri ini. Rakyat harus diberi kesempatan miliki saham, dapatkan fasilitas usaha dan ekonomi produktif, dapatkan pendampingan dari hulu hingga hilir, serta terdongkrak daya saingnya. Melalui Gerakan Ekonomi Dari, Oleh dan Untuk rakyat, dengan sistem dan ekosistem ekonomi rakyat berbasis komunitas klaster spesifik yang terkelola dan teragregasikan dengan baik dan benar, maka ekonomi rakyat dalam tempo secepat-cepatnya mampu maju, berkembang dan unggul di negeri sendiri, serta jadi kekuatan ekonomi terbesar di negeri ini, dan kembali sebagi pilar utama perputaran, kemandirian dan kedaulatan ekonomi bangsa. Oleh karena itu, segenap potensi dan kekuatan ekonomi rakyat, serta segala sumber daya ekonomi dari segala arah penjuru akan ditangani dan dikelola oleh Holding Ekonomi Rakyat base on economy, business dan professional,” tutur mantan penjual krupuk dan tahu solet, Ali Mahsun ATMO.

“Mulai hari ini kami buka KANAL PENGADUAN MEMBANTU EKONOMI RAKYAT yang dikawal oleh RELAWAN EKONOMI RAKYAT. Bersama pemerintah dan merangkul segenap kekuatan dan pemangku kepentingan lainnya, sebanyak 25 juta pelaku ekonomi rakyat atau 40% dari total UMKM di negeri ini hingga akhir tahun 2023 ditargetkan ter-registrasi dengan baik, benar dan valid. Terampingi dari hulu hingga hilir dalam hadapi masalah dan hambatan, serta sudah dapatkan NIB, Sertifikasi Halal, SP-PIRT, Izin Edar, dan lainnya. Juga untuk dapatkan fasilitas usaha dan ekonomi produktif baik akses permodalan mau pun peningkatan daya saing atau building capacity. Dan untuk menjangkau di seluruh Indonesia dan yang ada di luar negeri, keberadaan organisasi “Rumah Besar Nusantara Ekonomi Rakyat” ada di tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota, juga ada diluar negeri”, pungkas Dokter Ahli Kekebalan Tubuh (Imunolog) Ali Mahsun ATMO, cah ndeso pinggir utara sungai Brantas Mojokerti Jatim.

Sementara itu, Ketua Tim Perumus Rumah Besar Nusantara Ekonomi Rakyat, Hery Haryanto Azumi mengatakan, pihaknya memiliki tanggung jawab untuk melakukan pendampingan kepada para pelaku ekonomi rakyat (UMKM). Untuk itu pada Silatbar akan ditetapkan berbagai program kebangkitan ekonomi rakyat.
“Bisa dalam bentuk pendampingan digitalisasi ekonomi, akses permodalan, dan perlindungan hukum. Agar bisa berkembang, maju dan unggul kita juga harus berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan dan pengambil kebijakan dalam hal ini pemerintah dan swasta, serta para pihak lainnya,” ujar Hery Haryanto Azumi, Ketua Harian DPP APKLI, putra asli Trenggalek Jatim.

Sedangkan untuk sumber permodalan bagi UMKM atau pelaku ekonomi rakyat, jelas Hery, bisa bersumber dari kekuatan kapital disekitar dan lingkungan kita, pemerintah, swasta domestik mau pun global. Bisa dalam bentuk penyertaan modal, kemitraan, kredit modal usaha, hibah, CSR, serta lainnya,” imbuh Hery yang juga Founder/CEO Forum Satu Bangsa (FSB).

“Kita dorong pemerintah lakukan perbaikan dan atau hadirkan regulasi ekonomi yang berpihak dan menguntungkan pada pelaku ekonomi rakyat. Sekali lagi, kuncinya adalah berkolaborasi dengan seluruh stakeholder seperti pemerintah selaku regulator, termasuk juga dengan para pengusaha besar, KADIN, HIPMI dan dan lainnya. Tanpa kolaborasi dan kemitraan yang terjalin dengan baik ekonomi rakyat sulit berkembang bahkan bisa terhimpit dan terjajah,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia OC, Drs Sudarto SM, MM. menjelaskan bahwa peserta Silatbar tidak dibebani pembiayaan karena hal tersebut jadi tanggungjawab panitia penyelenggara. Adapun secara umum kegiatan silatbar adalah hari Kamis 24 Maret 2022 diselenggarakn seremoni pembukaan, Simposium Nasional Ekonomi Rakyat, dan Rapat Pembentukan/Pendirian Rumah Besar Nusantara Ekonomi Rakyat, yang dideklarasikan bersamaan dengan seremoni penutupan pada hari Jumat 25 Maret 2022. Juga ada santunan yatim piatu, beasiswa anak pelaku ekonomi rakyat dan bantuan modal usaha.

Disadur dari translit video konferensi pers di Pondok Gede Center’s Selasa 15 Maret 2022(*).

swarakaltara

swarakaltara.com portal media online kaltara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.