Just Peng-INGAT!!! Tanpa Keberadaan Kawulo Alit Tak Ada Presiden – Kudu Legowo

SWARAKALTARA.COM – PANAS Kepanasan. Hujan Kedinginan. Tak Kenal subuh, pagi, siang, sore, malam atau dini hari. Tak pernah lelah dan letih. Bahkan Tak Takut Resiko untuk Kail Rejeki Halal Penuhi Kebutuhan Keluarga dan Sekolahkan Generasi Penerus Bangsa. Jalani hidup keras, cadas, dan serba terbatas. Terbiasa berhadapan dengan ‘premanisme lokal’ dan “oknum aparatur negara”. Bahkan tidak jarang harus alami tindakan represif dan kekerasan fisik. Itulah yang teralami puluhan juta rakyat kecil (kawulo alit) di negeri ini. Sebuah Negeri terkaya, tersubur dan paling strategis di dunia, namun realitasnya saat ini makin paradoksal”, tegas CEO Pondok Gede Center’s dr. M. Ali Mahsun ATMO, M. Biomed yang juga Ketua Umum APKLI & Presiden GBN seusai bercengkrama mesra dengan Pak Gumanto Pedagang Cendol dan Pak Rumdi Pedagang Kopi di Depan RS Haji Pondok Gede Jakarta Timur, 5 Maret 2022.

Di negeri ini keadilan makin meredup. Kesenjangan makin menganga. Keserakahan dan kesewenang-wenangan makin meraja lela. Kesatuan dan persatuan bangsa makin robek, makin jauh dari panji-panji Bhineka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrwa. Seakan terlupakan bahwa ADA Hukum Alam Semesta Tuhan yang tidak bisa ditawar, direkayasa dan dipermainkan oleh siapapun dan dengan apapun”, tambah Ali Mahsun Atmo, dokter ahli kekebalan tubuh (imunolog) lulusan FK Unibraw Malang dan FK UI Jakarta.

Presiden itu, raja itu, pemimpin itu miliki segala kewenangan namun tidak boleh sewenang-wenang. Karena tanpa keberadaan rakyat, bumi dan perjalanan panjang sejarah tidak akan pernah ada presiden atau raja. Juga takkan pernah ada Gubernur, Bupati, Walikota. Dan Kekuasaan setinggi apapun dibatasi oleh hukum Tuhan”, imbuhnya.

Silahkan suka-suka yang di mau namun harus diingat ADA hukum alam semesta Tuhan yang tidak bisa direkayasa atau dipermainkan oleh siapapun atau dengan apapun. Juga peluh dan cucuran keringat kawulo alit tidak akan pernah sirna dalam perjalanan negeri ini!!!!! Nek wancine wis teko orak isok di undur-undur. Ojo mekso. Ojo dumeh lan nggege mongso. Ora ilok Gusti Alloh Murko. (Kalau waktunya sudah tiba tidak bisa ditunda-tunda. Jangan memaksa. Jangan sombong dan merasa berkuasa tidak baik Gusti Allah Murka, pungkas Cah Ndeso Pinggir lor Sungai Brantas Pelosok Kampung Mojokerto Jatim.(*)

swarakaltara

swarakaltara.com portal media online kaltara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.