Tak Hanya Tenaga Kerja, Pariwisata dan UMKM Diharap Berdampak di KIHI

BULUNGAN, SWARAKALTARA.COM – Pembangunan Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) di Tanah Kuning – Mangkupadi diperkirakan memakan waktu hingga 8 tahun ke depan. Sementara penyerapan tenaga kerja untuk tahap konstruksi diperkirakan sebanyak 100 ribu orang dan tahap operasional sebanyak 60 ribu orang.

Bupati Bulungan, Syarwani, S.Pd, M.Si di dalam releasenya menyampaikan hal itu dalam web seminar (webinar) Prospek dan Tantangan Pembangunan KIHI di Kalimantan Utara (Kaltara) yang dirangkai Diseminasi Laporan Perekonomian kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kaltara di Ruang Rapat Bupati Bulungan pada Kamis (24/2) lalu.

Bupati menjelaskan, KIHI atau disebut juga dengan KIPI (Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional) merupakan proyek strategis nasional yang selain bertujuan menjadi industri hijau terbesar di dunia juga memberikan nilai tambah bagi daerah. Baik dari penyerapan tenaga kerja maupun Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Seperti diketahui, pembangunan KIHI dilakukan berdasarkan Perpres Nomor 109 Tahun 2020 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional.

“Pemerintah Kabupaten (Pemkab) mendukung dengan melakukan penyesuaian-penyesuaian di antaranya Perda Nomor 1 Tahun 2021 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Daerah Tahun 2021-2041 yang mengakomodir luas kawasan KIHI seluas 10.153 hektare,” jelasnya.

Dilanjutkan, adanya KIPI diharapkan dapat mengintegrasikan kawasan industri dari hulu sampai ke hilir sehingga terjadi efisiensi yang berdampak pada meningkatnya perekonomian khususnya di Bulungan dan Kaltara.

Lalu dengan kegiatan industri yang tertata, nyaman, aman, asri dan berwawasan lingkungan diharapkan mampu menarik investor untuk berinvestasi. Selanjutnya mendorong terjadinya alih teknologi dari para investor atau perusahaan industri.

“Beberapa potensi juga bisa dikembangkan secara paralel di luar kawasan industri ini,” sebutnya. Diuraikan, ada potensi wisata yaitu Pantai Cemara dan Pantai Kelapa di Desa Mangkupadi dan Pantai Menara Pandang di Desa Tanah Kuning. Kemudian mendorong peningkatan kapasitas sebanyak 8.779 pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Kabupaten Bulungan.

“Potensi tersebut kita harapkan mampu menjadi bagian pendukung atau supporting system dalam percepatan pembangunan kawasan industri di Tanah Kuning – Mangkupadi,” ucap Bupati.

REPORTER : IFA

swarakaltara

swarakaltara.com portal media online kaltara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.