Upaya Pemkab Malinau Mengantisipasi Peningkatan Kasus Covid-19 yang Signifikan

MALINAU, SWARAKALTARA.COM – Gelombang ketiga Covid-19 tidak ada yang mengetahui kapan datangnya.

Namun, bila menilik data di Indonesia kenaikan kasus Covid-19 di prediksi akan terjadi pada awal tahun 2022.

Presiden Joko Widodo meminta masyarakat terus waspada meskipun kasus Corona di Indonesia mulai terkendali.

Di wilayah perbatasan RI-Malaysia, Pemerintah Kabupaten Malinau pun mulai melakukan langkah antisipasi dalam menghadapi gelombang ketiga wabah Covid-19 di Indonesia yang diprediksi terjadi awal tahun ini.

Bahkan, angka kasus aktif di Kabupaten Malinau meningkat signifikan hingga 525 kasus per tanggal 6 Maret 2022.

Berdasarkan data Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Malinau, grafik angka konfirmasi hampir setiap hari mengalami penambahan.

Direktur RSUD Malinau, drg. Ni Putu Ria Citrawati dalam kesempatannya mengatakan, telah mempersiapkan fasilitas pelayanan kesehatan, SDM dan penanganan pasien di RSUD Malinau untuk menghadapi lonjakan kasus Covid-19.

Ia menjelaskan bahwa gelombang tersebut memang sudah di prediksi akan muncul di awal tahun ini.

“Dan kebetulan pada awal Februari lalu sudah di sampaikan oleh Bapak Bupati melalui Intruksi Presiden bahwa gelombang ketiga Covid-19 akan berkembang ke daerah-daerah,” ucapnya, Senin (7/3/2022).

Hal itu pun telah dipersiapkan oleh pihaknya, terkait ketersediaan ruangan hingga kesiapan tenaga kesehatan.

“Karena belajar dari gelombang sebelumnya terkait penanganan, baik dari Nakes, SDM ketersediaan ruangan, alat kesehatan, sarana dan prasarana kita sudah persiapkan untuk menghadapi gelombang ketiga Covid-19,” ungkapnya.

Sementara itu, perihal pengoperasian Lab PCR, dr. Ria memaparkan bahwa Lab PCR tersebut telah bisa digunakan.

“Untuk Lab PCR kita sudah bisa beroperasi. Namun, untuk release hasil pemeriksaan, kami masih menunggu izin dari Kemenkes dan rekomendasi dari Litbangkes. Jadi, untuk pemeriksaan kami sudah bisa uji fungsi dan pengambilan sampel, namun untuk hasil kami tetap menunggu hasil dari Pusat,” imbuhnya.

Ia menambahkan, untuk masyarakat yang ingin berobat tidak ada kewajiban apabila ada yang belum di vaksinasi.

“Tetapi itu hanya perlu di internal kami saja, apakah pasien sudah di vaksinasi atau belum. Jadi, kebijakan untuk harus vaksin dan ada aturan tidak diterima, itu tidak ada,” tegasnya.

Diketahui, melalui rapat terakhir Satgas Penanganan Covid-19 Malinau, mulai dari tenaga kesehatan telah disiapkan untuk sebagai upaya penanganan sebaran Covid-19.

Dalam rapat tersebut, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Malinau, Wempi W Mawa melaporkan skema penanganan Covid-19, khusunya alih fungsi ruangan rawat inap menjadi fasilitas karantina.

“Mengantisipasi lonjakan, dipersiapkan alih fungsi 8 kamar dengan jumlah 32 tempat tidur. Selain itu saat ini ada 7 ruangan dan 15 tempat tidur standby di RSUD,” ujarnya dalam rapat tersebut.

Dari aspek persiapan SDM, RSUD Malinau menyiapkan tenaga kesehatan, dengan rincian total 16 dokter umum, 5 dokter spesialis dan 8 dokter spesialis pendukung lainnya.

Selain itu sebanyak, 54 perawat disiagakan, termasuk perawat persiapan rawat inap berjumlah 19 orang.

Selain itu, Satgas Penanganan Covid-19 Malinau juga menyiapkan fasilitas penanganan pendukung, di antaranya tabung oksigen konsentrat.

Reporter : A. Gani

swarakaltara

swarakaltara.com portal media online kaltara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.