Gelar Upacara Bendera, Pemkab Malinau Peringati Hari Kebangkitan Nasional Ke- 114

MALINAU, SWARAKALTARA.COM – Pemerintah Kabupaten Malinau memperingati Hari Kebangkitan Nasional ke-114. Acara difokuskan pada upacara pengibaran Bendera Merah Putih, di halaman depan Kantor Bupati Malinau, Senin (23/5/2022) pagi.

Pada upacara yang diikut oleh jajaran Kepala OPD dan pegawai dilingkungan Pemkab Malinau tersebut, tampil sebagai inspektur upacara yakni, Plh. Sekretaris Daerah Kabupaten Malinau Drs. Tan Irang, M.AP mewakili Bupati Malinau Wempi W Mawa.

Pada pengarahannya di depan para peserta upacara yang hadir, Plh. Sekda Tan Irang membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Johnny G Plate.

Dalam sambutanya, ia menyampaikan bahwa tahun ini masyarakat Indonesia kembali memperingati Hari Kebangkitan Nasional yang Ke-114.

Dengan mengusung tema “Ayo Bangkit Bersama” menjadi peringatan Hari Kebangkitan Nasional tahun ini sebagai bentuk seruan agar kita bisa bangkit bersama dari pandemi Covid-19 yang sudah melanda selama dua tahun terakhir.

“Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ini hendaknya tidak hanya kita maknai sebagai seremonial saja. Namun, kita harus lebih memahami esensi sejarah Kebangkitan Nasional. Mari sejenak kita telaah sisi historis di balik peringatan Hari Kebangkitan Nasional ini,” ucapnya dalam sambutan.

Ia pun sedikit mengutip sejarah pada momentum Hari Kebangkitan Nasional.

“Pada tanggal 20 Mei 1948, Presiden Soekarno menetapkan hari lahirnya perkumpulan Boedi Oetomo Sebagai Hari Bangkitnya Nasionalisme Indonesia. Di masa itu, terdapat ancaman perpecahan antargolongan dan ideologi di tengah perjuangan indonesia mempertahankan kemerdekaan dari belanda yang ingin kembali berkuasa,” jelasnya.

Sehingga, tambahnya, semangat persatuan yang digagas oleh Boedi Oetomo diharapkan menjadi spirit dalam menghimpun kekuatan dan mencegah perpecahan bangsa.

Diketahui, Boedi Oetomo adalah organisasi pertama di indonesia yang bersifat nasional dan modern dalam sejarah pergerakan kemerdekaan. didirikan oleh dr. sutomo beserta para mahasiswa STOVIA (School Tot Opleiding Van Indische Artsen) pada tahun 1908, Boedi Oetomo lahir untuk mengejar ketinggalan bangsa indonesia dari bangsa-bangsa lain.

Organisasi yang menyatukan pergerakan di Indonesia dari yang bersifat kedaerahan menjadi nasional dengan tujuan akhir kemerdekaan.

Ia berharap semoga semangat Boedi Oetomo masih relevan untuk kita kontekstualisasikan pada kehidupan berbangsa saat ini di tengah krisis pandemi Covid-19 dan konflik Negara Ukraina – Rusia yang menyebabkan kondisi ekonomi global serta geopolitik menjadi tidak stabil.

“Kita patut memaknai Kebangkitan Nasional sebagai upaya kolektif bangsa untuk memperkuat persatuan bangsa dan masyarakat,” ungkapnya.

Pada sisi penanganan Covid-19 di tingkat Nasional, lanjutnya, kita dapat melihat bahwa upaya kita kian menunjukkan hasil yang positif. Ditunjukkan dengan kasus baru harian di bawah 400 kasus dan total kasus aktif yang sudah berada di bawah anga 5.000 kasus (data per 13 mei 2022).

Selain itu, capaian vaksinasi Covid-19 dosis kedua juga sudah mencapai 79 persen. Namun demikian, kita patut tetap waspada dan terus meningkatkan disiplin protokol kesehatan.

Terakhir, penanganan Covid-19 yang membaik berimplikasi pada berangsur kembalinya aktivitas masyarakat secara normal. Secara perlahan, hal ini mendorong pemulihan perekonomian baik secara Nasional maupun di daerah.(**)

swarakaltara

swarakaltara.com portal media online kaltara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.