Mulai Sepi Tangkapan, Kasat Reskoba : Modus Berubah, Bandar Memilih Hindari Jalur Nunukan

NUNUKAN, SWARAKALTARA.COM  – Berkurangnya penindakan terhadap tindak pidana peredaran narkoba di Nunukan Kalimantan Utara, disinyalir akibat perubahan modus.

Saat ini, bandar besar di Malaysia lebih memilih menghindari jalur Nunukan, dan berakibat pada berkurangnya suplai barang.

“Makanya kita lama tidak mendapat tangkapan besar ukuran kilogram. Tangkapan kita didominasi jumlah kecil saja,” ujar Kasat Resnarkoba Nunukan, Iptu.Lusgi Simanungkalit, Selasa (28/6).

Dari data tangkapan Resnarkoba Nunukan, periode Januari hingga Juni 2022, tercatat sekitar 20 kg sabu sabu diamankan. Turun dari tahun sebelumnya yang mencatatkan sekitar 30 kg di periode yang sama.

Lusgi mengakui, pengawasan jalur laut menjadi kendala Resnarkoba Nunukan. Alat transportasi pemain narkoba banyak yang dimodifikasi dan memiliki kecepatan diatas rata-rata.

Saat ini, para bandar lebih memilih jalur pengiriman langsung menuju Tarakan atau Pulau Bunyu.

“Ada juga yang lewat Pulau Sebatik. Mereka menaiki perahu dengan melewati jalur-jalur pinggir untuk menyamarkan diri seakan sebagai nelayan,” jelasnya.

Ia menegaskan, perubahan modus operandi tersebut terbilang wajar. Sudah barang tentu bandar harus berhitung ulang jika ingin melewati Nunukan.

Dengan stigma jalur sutra narkoba, setiap aparat keamanan memiliki kebijakan untuk pengawasan ekstra.

Entah itu aparat Polisi, Satgas Pamtas RI – Malaysia, ataupun TNI AL.

“Memang bukan tugas mudah untuk mengantisipasi peredaran narkoba. Untuk Nunukan, distribusinya bisa dikatakan 80 persen lewat laut. Kita memiliki jalur jalur tak terjaga sepanjang perbatasan laut. Tapi kita tidak akan kendur,” tegasnya.

Reporter : Viq

swarakaltara

swarakaltara.com portal media online kaltara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.